Kompas.com - 22/07/2013, 11:49 WIB
Penjual daging sapi di Pasar Gede Solo, Jumat (19/7/2013). KOMPAS.COM/ M WismabrataPenjual daging sapi di Pasar Gede Solo, Jumat (19/7/2013).
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com — Dinas Pertanian Pemerintah Kota Solo menemukan puluhan kilogram daging sapi gelonggongan yang dijual oleh para pedagang di pasar tradisional, Senin (22/7/2013).

Hal itu diketahui saat petugas Dinas Pertanian menggelar razia di sejumlah pasar tradisional, dan salah satunya di Pasar Nusukan dan Pasar Jebres.

Petugas tampak memeriksa satu per satu lapak daging sapi dan menguji kadar airnya. Di salah satu lapak milik Winarto (32), petugas menemukan kadar air yang berlebih di daging yang dijualnya. Setelah diperiksa lebih detail, diketahui bahwa daging milik Winarto adalah daging gelonggongan yang berasal dari Ampel, Boyolali.

"Kadar airnya terlalu banyak dan bisa dilihat saat diperas banyak air yang keluar," kata salah satu petugas dari Dinas Pertanian (Distan).

Setelah hampir satu jam melakukan sidak, petugas mengamankan kurang lebih 22 kilogram daging gelonggongan di Pasar Nusukan. Setelah itu, petugas juga mengamankan 8,5 kilogram daging gelonggangan di Pasar Jebres, Solo.

Petugas mengaku kecolongan karena sebetulnya razia daging gelonggongan di Kota Solo dilakukan setiap bulan.

"Sebetulnya, kita sudah lakukan razia setiap bulan dan tidak hanya menjelang Lebaran. Indikasinya (daging gelonggongan,) menurun, tapi kita kaget juga masih ada daging gelonggongan beredar menjelang Lebaran," kata Wenny Ekayanti, Kepala Dinas Pertanian Kota Solo, kepada wartawan.

Sementara itu, Winarto, salah satu pedagang, mengaku tidak mengetahui kenapa daging bisa berair karena dirinya hanya mendapat kiriman dari pemasok.

"Saya hanya mendapat setoran, dan biasanya dari daerah Boyolali," kata Winarto.

Petugas kemudian menyita daging tersebut dan memanggil pedagang untuk diberi pengarahan. Daging gelonggongan dianggap merugikan masyarakat karena berat daging akan bertambah saat dijual, dan saat dimasak, daging tersebut akan susut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.