Pemkab Bantul Bentuk Tim Investigasi MOS SMK 1 Pandak - Kompas.com

Pemkab Bantul Bentuk Tim Investigasi MOS SMK 1 Pandak

Kompas.com - 20/07/2013, 23:53 WIB
SHUTTERSTOCK

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -  Peristiwa meninggalnya Anindya Puspita (16)  warga  Daleman, Gadingharjo, Sanden, saat mengikuti kegiatan masa orientasi siswa (MOS) di SMK 1 Pandak, Kabupaten Bantul, mengundang perhatian banyak pihak termasuk Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Dalam waktu dekat Sri Sultan akan meminta keterangan terkait kegiatan MOS yang menyebabkan seorang siswi meninggal dunia itu.

“Saya belum bisa berkomentar banyak. Saya akan meminta keterangan terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait,” kata Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Sabtu (20/7/2013).

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bantul, Riyantono mengungkapkan Pemkab Bantul akan membentuk tim investigasi terkait meninggalnya siswi SMK 1 Pandak saat mengikuti kegiatan MOS.

“Tim  akan bekerja pada minggu depan. Nantinya tim  juga akan merekomendasikan pelaksanaan MOS di masa mendatang ," papar Riyantono.

Ia mengungkapkan salah satu anggota tim investigasi yakni Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof).

Selain itu pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait dengan kegiatan MOS selama satu pekan tersebut.
"Melihat peristiwa itu, kegiatan  MOS bisa saja dihapuskan dari  kegiatan yang sifatnya semi militer," Riyanto menegaskan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Aninda Puspita (16) warga Daleman, Gadingharjo, Sanden, Bantul meninggal dunia saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS) disekolahnya SMK 1 Pandak Bantul, Jumat (19/7/2013) sore sekitar pukul 16.10 WIB.


Sebelum meninggal, korban sempat dihukum squat jump karena dinilai melakukan pelanggaran peraturan peserta MOS. 

EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional
Usung Tema 'Enlightenment', Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Usung Tema "Enlightenment", Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Regional
Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Nasional
Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Internasional
Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

Regional

Close Ads X