Kompas.com - 20/07/2013, 23:42 WIB
Ilustrasi uang kertas Rp 100.000 RODERICK ADRIAN MOZESIlustrasi uang kertas Rp 100.000
|
EditorErvan Hardoko
YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Penipuan dengan menggunakan uang mainan yang bentuk dan ukurannya menyerupai aslinya marak terjadi di Yogyakarta.

Setidaknya, dalam sebulan terakhir dua orang telah menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Modus kejahatan ini, pelaku mencari calon korban yang membutuhkan pinjaman modal dalam jumlah besar dengan syarat bunga dibayar di muka.

Pada 13 Juli 2013 jajaran Satreskrim Polres Sleman mengamankan empat orang tersangka penipuan dengan modus memberikan pinjaman menggunakan uang mainan.

Dari para tersangka polisi berhasil mengamankan 59 ikat uang mainan yang di bagian tengahnya bergambar Upin dan Ipin dengan nilai Rp 590 juta dalam bentuk pecahan Rp 100.000.

Berselang beberapa hari setelah penangkapan itu, tepatnya pada Jumat (19/07/2013) kasus penipuan menggunakan uang mainan kembali terjadi.

Kali ini Polresta Yogyakarta menerima laporan dari korban Amir (45) warga Jombang, Jawa Timur yang tertipu sampai Rp 90 juta.

Awalnya pelaku menawarkan uang pinjaman dengan syarat korban harus menyerahkan uang awal tanda jadi.

Saat uang awal diberikan, pelaku memberikan satu koper uang pinjaman yang ketika di cek ternyata isinya uang mainan.

Kriminolog dari Universitas Gajah Mada (UGM) Rimawan mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) sebagai institusi yang memiliki otoritas mencetak uang harus segera melakukan langkah untuk mengatur regulasi peredaran dan produksi uang mainan di masyarakat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X