Kompas.com - 20/07/2013, 16:56 WIB
Ulama yang tergabung dalam Tazkiratul Ummah, bersama Muspika Lhoksukon membakar 100-an celanan ketat di halaman Masjid Agung Baiturrahim, Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (21/5/2013). SERAMBI/MASRIADIUlama yang tergabung dalam Tazkiratul Ummah, bersama Muspika Lhoksukon membakar 100-an celanan ketat di halaman Masjid Agung Baiturrahim, Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (21/5/2013).
|
EditorFarid Assifa

BIREUEN, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengeluhkan pelaksanaan razia busana muslim oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Bireuen yang dinilai pilih kasih dan tidak jelas batasan pakaian muslimah yang dirazia.

Informasi dihimpun Kompas.com, dalam beberapa kali pelaksanaan razia khusus di bulan Ramadhan, mayoritas Satpol PP dan WH menjaring perempuan usia remaja dan dewasa. Namun razia tersebut terkesan tebang pilih.

“Saya melihatnya saja heran, ada remaja putri pakai celana, tapi bajunya selutut dan jilbabnya terurai tapi kena razia. Eh, malah yang pakai kemeja ketat dan rok yang nyaris menampakkan lekuk badan tidak dipermasalahkan,” ungkap Hidayat, warga Kecamatan Juli, yang sudah dua kali melihat razia busana, Sabtu (20/7/2013).

Hidayat menilai, razia Satpol PP dan WH diskriminatif. Perempuan yang memakai celana panjang kena razia, sedangkan yang mengenakan pakaian ketat walau dalam balutan busana gamis atau rok, dibiarkan melenggang begitu saja.

“Kalau seperti itu buat saja razia busana celana, bukan busana muslim,” sebutnya tinggi.

Senada diakui Lukmanul Hakim, tokoh masyarakat Kota Juang. Ia melihat razia busana muslim hanya pemenuhan kegiatan rutinitas kantor terkait.

“Razia dilakukan di depan pendopo atau kantor Bupati Bireuen bersamaan dengan adanya aktivitas pimpinan daerah di sana, apa bukan ingin dilihat namanya,” ungkapnya tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, kata dia, tidak semua perempuan terkena razia kendati memakai celana ketat. Beberapa pelintas yang dikenal oleh petugas tidak dihentikan dan bisa berlalu begitu saja.

“Karena kenal sama kenal, ya lewat,” tandasnya seraya berharap kinerja Satpol PP dan WH diperbaiki ke depannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.