Kompas.com - 19/07/2013, 19:13 WIB
Banjir menerjang enam kecamatan di Kota Kendari, Selasa (16/7/2013). Kompas.com/ Kiki Andi PatiBanjir menerjang enam kecamatan di Kota Kendari, Selasa (16/7/2013).
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan dana siap pakai sebesar Rp 700 juta, dan logistik peralatan senilai Rp 2 miliar untuk penanganan banjir di Sulawesi Tenggara.
   
"Untuk membantu operasional tanggap darurat, BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp 700 juta kepada BPBD. Bantuan logistik dan peralatan senilai Rp2 miliar juga dikirimkan melalui kargo udara," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi BNPB, melalui pesan elektronik di Jakarta, Jumat.
   
Sutopo mengatakan, bantuan tersebut berupa tambahan lauk pauk 3.600 paket, sandang 120 paket, kidsware 120 paket, kebutuhan keluarga 120 paket, peralatan dapur 500 paket, selimut 500 paket, tikar 500 lembar, perahu karet kapasitas delapan orang dua unit, mesin 40 PK 2 unit, tenda pengungsi lima set dan sebagainya.
   
Sebagian besar banjir di beberapa kabupaten di Sulawei Tenggara sudah surut, seperti di Kota Kendari, Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, dan Konawe Utara. Penanganan darurat masih dilakukan untuk mendistribusikan kebutuhan dasar bagi pengungsi, layanan kesehatan, pendataan dan sebagainya.
   
Sutopo mengemukakan, banjir di Konawe Selatan melanda 15 kecamatan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yaitu satu orang di Kecamatan Kolono, satu orang di Kecamatan Laya, dan satu orang di Kecamatan Moramo.
   
"Sembilan orang yang hanyut telah ditemukan selamat. sejumlah 60 rumah hanyut, 148 rumah roboh, empat jembatan putus, tiga bendung jebol dan 11 titik longsor," papar Sutopo.
   
Di Kabupaten Konawe, lanjut Sutopo, banjir menggenangi 15 kecamatan yang mengakibatkan satu orang meninggal, 144 kepala keluarga atau 323 jiwa mengungsi, 1.291 rumah rusak berat, 450 rumah rusak ringan, 1.127 rumah rusak ringan, dan 665 hektar sawah rusak.
   
Banjir di Kota Kendari merendam 11 kecamatan yang menyebabkan satu orang meninggal, 32 rumah rusak berat, 53 rumah rusak sedang, dan 178 rumah rusak ringan, tiga jembatan rusak, dan 500 hektar sawah terendam.
   
Adapun di Kolaka, Sutopo menambahkan, banjir melanda tujuh kecamatan yang mengakibatkan 316 rumah rusak, enam jembatan rusak, serta ratusan hektar sawah dan kebun rusak.
   
"BPBD bersama TNI, Polri, SKPD, relawan, dan masyarakat malakukan penanganan darurat. BNPB melakukan pendampingan teknis, administrasi, peralatan dan, pendanaan," kata Sutopo.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.