Kompas.com - 19/07/2013, 09:24 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com — Banjir akibat hujan deras selama sepekan terakhir di Sulawesi Tenggara tak hanya menerjang wilayah Kendari, tetapi juga Kabupaten Konawe Selatan. Banjir di Kabupaten Konawe Selatan itu cukup parah karena hampir 80 persen wilayah terendam.

Bupati Konawe Selatan Imran menyatakan, banjir yang terjadi selama dua hari (16-17/7/ 2013) dini hari menyebar di 227 desa dan 22 kecamatan. Menurutnya, dalam bencana tersebut, tercatat dua orang meninggal akibat terseret arus banjir. Tak hanya itu, banjir juga memutuskan empat jembatan penghubung antarlima kabupaten. Banjir juga menimbulkan jalan poros putus akibat longsor.

"Dua orang meninggal itu yakni Dedy di Kecamatan Kolono dan Sudirman di Kecamatan Laeya. Hampir 80 persen wilayah kami terendam banjir, beberapa fasilitas infrastruktur rusak total, dan tidak bisa dilintasi oleh kendaraan," terang Imran di Kendari, Kamis (18/7/2013) malam.

Pihaknya mencatat sekitar 447 rumah warga hanyut dan 3.412 rumah terendam sehingga mengakibatkan 27.802 jiwa yang harus mengungsi ke balai desa, sekolah, dan sebagian ke rumah keluarganya.

"Sawah yang terendam 7.733 hektar, jembatan rusak 1.259 meter, bangunan sekolah 17 unit, perkebunan terendam 739 hektar, jalan rusak 122 kilometer, sedangkan ternak sapi mati 377 ekor dan kambing 60 ekor, perikanan dan tambak 964 hektar, serta tanaman palawija 111 hektar," rinci Imran.

Sementara empat jembatan yang putus itu ialah Jembatan Watumokala di Kecamatan Andoolo, jembatan penghubung Desa Ambolodangge di Kecamatan Laeya, jembatan penghubung di Kecamatan Moramo, dan Jembatan Lamomea di Kecamatan Konda.

"Empat jembatan itu merupakan jembatan beton. Ada juga jembatan kayu yang berada di beberapa desa. Ada yang putus dan hanyut terseret arus banjir," ujarnya.

Lanjut Imran, pihaknya akan mempriositaskan perbaikan Jembatan Pudahoa di Kecamatan Mowila yang menghubungkan Kabupaten Konawe Selatan dengan Bombana, Konawe, dan Kota Kendari.

"Kalau jembatan putus lainnya butuh waktu lama untuk diperbaiki. Ruas jalan yang mengalami longsor juga belum bisa diperbaiki sekarang, kemungkinan satu minggu ke depan baru bisa dikerjakan," jelas Imran.

Saat ini, pihaknya baru melaksanakan tanggap darurat dengan membantu evakuasi para korban banjir.

"Kita bangun posko pengungsian warga korban banjir dengan memberikan bantuan bahan makanan, obat-obatan, dan selimut," tegasnya.

Tanggap darurat bencana, tambah Imran, ditetapkan selama 10 hari. Jika kemudian terjadi hujan, pemerintah daerah akan memperpanjang masa tanggap darurat. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menaksir kerugian materi akibat banjir tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.