Ramadhan, Stok Beras untuk Malang-Pasuruan Aman

Kompas.com - 18/07/2013, 17:16 WIB
Ribuan ton beras di tiga gudnag bnulog polewali mandar yang mebawahi sejumlah kabupaten di Sulawesi barat hingga kini masih menumpuk digudang dan tidak nterserap ke masyarakat menjelang puncak musim panen juni mendatang KOMPAS.com/ JunaediRibuan ton beras di tiga gudnag bnulog polewali mandar yang mebawahi sejumlah kabupaten di Sulawesi barat hingga kini masih menumpuk digudang dan tidak nterserap ke masyarakat menjelang puncak musim panen juni mendatang
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com — Selama Ramadhan hingga Lebaran mendatang, stok beras untuk wilayah Malang dan Pasuruan, dinyatakan aman. Saat ini, Perum Bulog Subdivre Malang ini menyediakan beras sebanyak 39 ton 243 kilogram.

Menurut Kasie Pelayanan Publik Perum Bulog Subdivre Malang, Rachmawati, Kamis (18/7/2013), stok beras di wilayah Malang Raya dan Pasuruan cukup aman hingga Lebaran. Bahkan bisa mencukupi hingga Maret 2014 mendatang.

"Untuk itu, masyarakat tidak perlu resah akan ketersediaan beras meski saat ini telah memasuki bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran. Karena ketersediaan beras di Bulog Malang saat ini mencapai 39 ton 243 kilogram," ungkap Rachmawati.

Jumlah tersebut, beber Rachmawati, masih belum termasuk ketersediaan gabah. Untuk jumlah stok gabah, masih ada 40 ton 243 kilogram. "Tapi, tak bisa dimungkiri, kalau anomali cuaca saat ini membuat serapan beras pada petani berkurang. Hal itu terjadi sejak April lalu," katanya.

Untuk wilayah Malang sendiri, penyerapan beras tak hanya di Kabupaten Malang. Namun, juga ke daerah lain di luar Malang, seperti Blitar dan sekitarnya.

"Cuaca memang berpengaruh pada pengadaan beras. Saat ini, pengadaan lebih banyak di luar Malang karena harga gabah di Malang mencapai Rp 4.500 per kilogram di tingkat penggiling," katanya.

Sementara itu, untuk harga beras di Bulog Malang, Rachma mengatakan, saat ini harganya mencapai Rp 7.600 per kilogram untuk beras medium. "Tapi Bulog menjual Rp 7.350 dalam operasi pasar yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Pemda di Malang," akunya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Regional
Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Regional
Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Regional
Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Regional
Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Regional
Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Regional
Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Regional
5 Dokter Magang Positif Covid-19, 3 Puskesmas di Kaltim Ditutup Sementara

5 Dokter Magang Positif Covid-19, 3 Puskesmas di Kaltim Ditutup Sementara

Regional
Cerita Warga Masak Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur

Cerita Warga Masak Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur

Regional
Sebulan Dirawat, Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Ambon Meninggal

Sebulan Dirawat, Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Ambon Meninggal

Regional
Setelah Klaster Keluarga, Penularan Covid-19 Merambah ke Klaster Perkantoran

Setelah Klaster Keluarga, Penularan Covid-19 Merambah ke Klaster Perkantoran

Regional
Kontak dengan Menteri Agama, Sekda dan Gubernur NTB Negatif Covid-19

Kontak dengan Menteri Agama, Sekda dan Gubernur NTB Negatif Covid-19

Regional
Kontak dengan Ketua KPU, Pj Wali Kota Makassar: Saya Cukup Rapid Test

Kontak dengan Ketua KPU, Pj Wali Kota Makassar: Saya Cukup Rapid Test

Regional
Mahasiswa UGM Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya Bantul

Mahasiswa UGM Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya Bantul

Regional
Umbi Lengkir, Sejenis Porang, Komoditas Ekspor yang Belum Tergarap di Bangka Belitung

Umbi Lengkir, Sejenis Porang, Komoditas Ekspor yang Belum Tergarap di Bangka Belitung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X