Kompas.com - 18/07/2013, 14:54 WIB
Ribuan mercon sial jual yang diproduksi Djumanto, warga Kota Batu, yang sudah sering dibekuk polisi tiap tahunnya.Kamis (18/7/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunRibuan mercon sial jual yang diproduksi Djumanto, warga Kota Batu, yang sudah sering dibekuk polisi tiap tahunnya.Kamis (18/7/2013).
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com — Polsek Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, mengamankan ribuan mercon siap jual serta ribuan mercon belum jadi dari seorang warga yang setiap tahun ditangkap polisi karena kasus serupa.

Peracik mercon itu bernama Nurai Djumanto (60), warga yang tinggal di Jalan Hasanudin, Junrejo RT 2 RW 8, Kota Batu. Djumanto dikenal sebagai pembuat peledak mercon sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, setiap tahunnya, ia sudah langganan dibekuk polisi dengan kasus yang sama.

"Namun, pelaku belum juga kapok. Setiap puasa pasti membuat mercon dan dijual secara bebas. Pelaku tidak bisa ikut ditahan karena kakinya lumpuh. Itu yang dijadikan alasan, pelaku tak kapok setiap tahunnya membuat mercon," kata Kapolsek Junrejo AKP Sutantyo pada gelar kasus di Polsek Junrejo, Kamis (18/7/2013).

Dari penggerebekan di rumah Djumanto, polisi menyita 2.050 mercon dengan tiga ukuran, paling besar berukuran diameter kurang lebih 10 cm. "Mercon ini ditempatkan dalam karung, kardus, dan keranjang di rumah pelaku," katanya.

Selain itu, polisi juga menyita mercon setengah jadi, berbungkus kertas satu karung berisi 1.030 mercon, satu keranjang mercon jadi 990 butir, satu kardus mercon diameter 10 cm berisi 29 butir.

"Kita juga merampas bahan pembuat mercon, seperti tawas 2 kg, mesiu 1 kg, kalsium 250 gr, belerang 750 gr, dan kertas sumbu 76 lembar," katanya.

Namun, penyitaan itu tidak diikuti dengan penahanan Djumanto. Polisi beralasan, pelaku dalam keadaan lumpuh sehingga tidak ditahan.

"Tapi, kita tetap akan memproses secara hukum dengan menggunakan UU No 2 tahun 1951 tentang Bahan Peledak," katanya.

Dalam waktu dekat, katanya, kasus tersebut akan diajukan ke kejaksaan.

"Sebenarnya kita sudah melakukan langkah preventif, tapi tak digubris oleh pelaku. Bahkan, kita sudah koordinasi dengan camat dan kadesnya dan diteruskan ke Pemkot Batu untuk diberi bantuan kebutuhan hidup pelaku yang miskin," katanya.

Namun, keterbatasan fisik yang diderita pelaku menjadi senjata untuk mengeluarkan belas kasihan dari orang lain.

"Karena pelaku sudah sering melakukan kasus yang sama dan masih saja diulangi, hukum tidak akan pandang bulu. Baik kepada orang cacat atau tidak, hukum harus ditegakkan," tegas Sutantyo.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.