CCTV Cebongan Dibakar dan Dibuang di Bengawan Solo

Kompas.com - 17/07/2013, 18:25 WIB
SIDANG PERDANA. Tiga dari dua belas terdakwa prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI SIDANG PERDANA. Tiga dari dua belas terdakwa prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta.
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Seorang terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Cebongan, Sleman, Sertu Tri Juwanto, mengakui bahwa ada perusakan sarana lapas, yakni CCTV dan monitor.

Pengakuan itu disampaikan Tri Juwanto pada persidangan kasus tersebut di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Rabu (17/7/2013). Tri menambahkan, kedua benda itu dibakar, kemudian dibuang di Sungai Bengawan Solo.

"Ide mengambil CCTV datang dari saya sendiri. Secara naluri intelijen, kalau tidak dihilangkan, akan meninggalkan jejak," kata Tri, yang pada persidangan itu menjadi saksi terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon. 

Tri Juanto mengungkapkan, saat melihat CCTV di ruang portir Lapas Cebongan, dia menanyakan kepada sipir letak penyimpanan kamera pengintai dan recorder. Usai mengambil peralatan tersebut di lantai 2, dia turun kembali ke ruang portir.

Melihat Serda Ucok dan rekan-rekannya bergegas keluar lapas, Tri lantas mengikuti dari belakang sambil membawa rangkaian CCTV.

Pembakaran inventaris Lapas Cebongan dilakukan Tri Juwanto bersama tiga pelaku lain, yakni Sertu Suprapto, Sertu Herman Siswoyo, dan Sertu Martinus Robertus di lapangan tembak asrama Kopassus Kandang Menjangan Kartasura.

Selain Tri Juwanto, turut dihadirkan pula lima saksi lainnya, yakni Sertu Anjar Rahmanto, Serda Ikhmawan Suprapto, Sertu Suprapto, Sertu Herman Siswoyo, dan Sertu Martinus Robertus.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (18/7/2013) dengan agenda pemeriksaan enam orang saksi, di antaranya Serma Rokhmadi, Serma Muhammad Zaenuri, dan Serka Sutar.

Ketiganya merupakan terdakwa pada berkas empat. Saksi lain adalah Khasmudin, Letkol Bahrudin, dan Letkol Maruli Simanjuntak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X