Bayi Kembar Dempet Dirujuk ke RS Surabaya

Kompas.com - 17/07/2013, 14:00 WIB
Seorang perawat RSUD Gambiran Kota Kediri, Jawa Timur tengah menangani bayi perempuan kembar siam yang lahir di rumah sakit itu, Senin (15/7/2013). Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimSeorang perawat RSUD Gambiran Kota Kediri, Jawa Timur tengah menangani bayi perempuan kembar siam yang lahir di rumah sakit itu, Senin (15/7/2013).
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com
 — Bayi perempuan kembar yang mengalami dempet mulai dada hingga perut yang lahir di RSUD Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur, akhirnya dirujuk ke RS Dr Soetomo, Surabaya, Rabu (17/7/2013).

Pemindahannya dilakukan oleh tim khusus yang beranggotakan empat tenaga medis dari RS Dr Soetomo. Tim itu sebelumnya datang lebih awal untuk melakukan observasi terhadap bayi dari pasangan Endik Indrawati (33) dan Imam Suyuti (55) itu sebelum dibawa ke Surabaya.

Juru Bicara RSUD Gambiran Nitrasari mengatakan, selama perjalanan, bayi tersebut ditempatkan dalam inkubator.

"Tadi pemberangkatannya dilakukan sekitar jam 9.30," kata Nitrasari kepada Kompas.com.

Sebelumnya diberitakan, bayi dempet lahir di RSUD Gambiran melalui persalinan operasi, Minggu (14/7/2013). Saat lahir, berat badannya 5.120 gram dengan panjang 47 sentimeter.

Kondisi bayi tersebut dempet mulai dada hingga perut. Meskipun demikian, organ badan luarnya lengkap, begitu juga dengan organ dalamnya.

Endik Indrawati, ibu bayi, sebelumnya menyampaikan sudah mengetahui bahwa bayi anak keduanya itu akan kembar. Namun, ia tak menyangka akan dempet. Ia juga menyatakan keinginannya agar bayi kembarnya itu mendapatkan operasi pemisahan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Regional
Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Regional
Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Regional
Pengakuan Pria Mabuk yang Tikam Pemilik Warung hingga Tewas, Mengaku Kesal Ditegur Saat Ribut dengan Temannya

Pengakuan Pria Mabuk yang Tikam Pemilik Warung hingga Tewas, Mengaku Kesal Ditegur Saat Ribut dengan Temannya

Regional
Seluruh Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa Telah Kembali ke Daerah Asal

Seluruh Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa Telah Kembali ke Daerah Asal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X