Kompas.com - 16/07/2013, 21:42 WIB
Koalisi Pendidikan Jawa Barat (KPJB) saat melakukan pelaporan pelanggaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di Bandung kepada Ombudsman Jabar di Jalan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat, Selasa, (15/7/2013). Dari hasil investigasinya, tim menemukan 504 siswa siluman dari 27 sekolah SMA di Bandung. KOMPAS.com/Rio KuswandiKoalisi Pendidikan Jawa Barat (KPJB) saat melakukan pelaporan pelanggaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di Bandung kepada Ombudsman Jabar di Jalan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat, Selasa, (15/7/2013). Dari hasil investigasinya, tim menemukan 504 siswa siluman dari 27 sekolah SMA di Bandung.
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Tim investigasi Koalisi Pendidikan Jawa Barat (KPJB) menemukan pelanggaran pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Bandung tahun 2013.

Pelanggaran yang dimaksud yakni terindikasinya ratusan siswa-siswi "siluman" atau ilegal di semua sekolah tingkat SMA di Bandung. Temuan itu didapati setelah tim KPJB melakukan investigasi ke semua sekolah di Bandung.

Seperti diketahui, pendaftaran PPDB tingkat SMA di Bandung ditutup sejak 6 Juli 2013. Pengumuman lolos atau tidaknya siswa diumumkan serentak pada 8 Juli 2013 melalui pengumuman situs PPDB online Bandung dan beberapa surat kabar di Jawa Barat. Saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pada Senin (15/7/2013). 

"Setelah kami melakukan investigasi ke tiap-tiap sekolah, ke seluruh SMA di Bandung, ternyata jumlah siswa yang ada di sekolah tidak sesuai dengan jumlah yang diumumkan di situs PPDB online, artinya telah terjadi penambahan kuota. Oleh karena itu, kami bisa menyebut siswa yang di luar dari kuota itu adalah siswa siluman atau ilegal," kata Koordinator Investigasi KPJB Jawa Barat Dwi Subawanto seusai melaporkan temuan ke kantor Perwakilan Ombudsman Jabar, Jalan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/7/2013).

Pelaporan pelanggaran PPDB juga dihadiri dan disetujui oleh Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Dan Satriana, dan sejumlah organisasi penegak pendidikan terkait.

Dwi menyebutkan, ada 504 siswa siluman yang terdeteksi di semua sekolah tingkat SMA Negeri di Bandung yang terdiri dari 27 SMA di Bandung. "Ada 504 siswa siluman yang berhasil terdeteksi oleh kami. Misalnya, SMA (A) kuotanya hanya tujuh kelas, tapi kenyataannya jadi 10 kelas. Begitu pun dengan sekolah lainnya," katanya.

"Rata-rata per kelasnya itu terdiri dari 36 siswa," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dwi menambahkan, jumlah tersebut baru dari data PPDB jalur akademis saja, belum termasuk prestasi dan tidak mampu. "Belum lagi adanya kecurangan dalam hal lainnya, misalnya yang memanfaatkan kesempatan dari jalur tidak mampu dan jalur prestasi. Jumlahnya bisa lebih dari itu," katanya.

Kendati demikian, ada juga SMA yang tidak melebihi kuota siswa sama sekali, seperti SMAN 5, SMAN 7, SMAN 15, SMAN 18, dan SMAN 19. "Seluruh SMAN lainnya terbukti melakukan kecurangan dan pelanggaran PPDB yang diindikasi dengan titip-menitip dan suap-menyuap," terangnya.

"Uang suapnya itu tidak sedikit lho, bisa mencapai Rp 50 juta per siswa dan paling rendah Rp 4 juta untuk siswanya agar bisa masuk ke sekolah yang diinginkan," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.