Kompas.com - 16/07/2013, 14:48 WIB
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com
 — Satuan Polisi Pamong Praja bersama Satuan Bimbingan Masyarakat Polres Tasikmalaya merazia warung nasi yang buka siang hari selama bulan puasa, Selasa (16/7/2013) siang. Diduga karena rencana razia bocor, beberapa tempat makan tutup secara mendadak. Padahal, pagi harinya, lokasi ini masih dipenuhi konsumen.

Pantauan Kompas.com, razia diawali di kawasan Terminal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Sebagian besar warung makan yang disinyalir beroperasi selama puasa sudah dalam keadaan tutup.

Namun, petugas mendapati dua orang yang tengah makan dan merokok di kios warung makan yang rodanya ditutupi kain spanduk bekas. Petugas hanya mengingatkan kedua orang itu untuk tidak makan di tempat umum dan menghormati warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Operasi pun berlanjut ke wilayah Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Terdapat sebuah rumah makan di pinggir jalan yang beroperasi. Namun, saat petugas menghampiri warung itu, tidak ada seorang pun pembelinya.

"Kegiatan ini untuk menertibkan warung nasi yang masih beroperasi siang hari selama puasa," jelas Kepala Seksi Penindakan Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, Koswara, kepada sejumlah wartawan, Selasa siang.

Menurut Koswara, kegiatan ini pun bertujuan menghindari keresahan warga akibat warung nasi buka di siang hari. Beberapa warung yang disinyalir tetap buka selama Ramadhan pun dipasangi segel imbauan untuk tidak beroperasi siang hari selama Ramadhan.

"Kita pun memasang segel imbauan supaya warung ini tidak buka siang hari saat Ramadhan," tambah Koswara.

Operasi penertiban warung makan buka siang hari ini akan digelar kembali sampai Lebaran nanti. Koswara menilai, warung yang diduga selalu buka ini akan beroperasi kembali jika penertiban tak dilakukan lagi.

"Pasti, kami nanti akan kembali melakukan operasi ini. Sebagai evaluasi imbauan kami pada para pemilik warung," ujar Koswara.

Sementara bagi pemilik warung yang nantinya kedapatan tetap beroperasi siang hari selama puasa, kata Koswara, pihaknya hanya akan memberi sanksi penutupan paksa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.