Kompas.com - 16/07/2013, 02:58 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KENDARI, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Konawe Selatan menangkap empat siswa SMP dan SMA di Desa Lambakara, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (15/7/2013). Keempat pelajar ini ditangkap karena diduga memerkosa teman sebayanya, didorong kegemaran mereka menonton film porno.

Keempat siswa yang ditangkap adalah UA (14) dan DN (14), pelajar SMPN 11 Konawe Selatan; MA (15), siswa SMAN 3; serta JK (15), siswa SMK 5 Konawe Selatan. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, kemudian ditahan di Polsek Laenea, Konawe Selatan.

“Kejadiannya pada Minggu (14/7/2013) pukul 22.00 Wita," ujar Kasubag Humas Polres Konawe Selatan AKP Ares Lakalau ketika dikonfirmasi tentang kasus ini, Senin (15/7/2013). Korban bernisial DV (14), siswi kelas III SMP yang juga adalah teman pelaku.

Ares mengatakan, keempat pelajar masih menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse dan Kriminal Polres. Berdasarkan pengakuan sementara para pelaku, pada Minggu malam tersebut, korban dijemput di rumahnya, di Desa Lambakara.

Penjemput korban adalah Isran, teman korban. Keduanya lalu berboncengan sepeda motor. Tepat di lorong SMK 5, Isran menghentikan sepeda motornya dan di sana sudah ada MA, yang juga adalah teman Isran.

Tangan korban langsung ditarik MA, dibawa ke toilet sekolah itu. "Meski korban berusaha memberontak, tetapi MA tetap melancarkan aksi bejatnya dengan memerkosa korban yang tak berdaya," tutur Ares.

Ternyata perkosaan tak berhenti dilakukan oleh MA saja. JK, teman MA, melakukan hal yang sama. Sesudah diperkosa MA dan JK, korban minta diantar pulang. MA menyuruh UC dan DN mengantarkan korban.

Bukannya mengantar korban pulang, UC dan DN justru membawa korban masuk ke gedung MTS di Desa Watumeeto. Lagi-lagi, korban digilir oleh keduanya di atas kursi panjang di sekolah itu. Sesudahnya barulah korban diantar pulang ke rumah.

Menurut Ares, di depan penyidik, keempat pelaku mengaku memerkosa karena sering menonton film porno. Atas perbuatannya ini, mereka diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun karena melanggar Pasal 285 KUHP dan subsider Pasal 287 ayat 1 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.