Kompas.com - 15/07/2013, 22:37 WIB
Situasi di luar gelanggang olahraga kota lama Nabire pascakeributan antarsuporter saat final kejuaraan tinju amatir Bupati Cup, di Nabire, Papua, Minggu (14/7/2013). Delapan belas orang meninggal dan 34 orang lainnya terluka akibat terinjak-injak ketika sekitar 1.000 penonton berdesakan keluar ruangan. IstimewaSituasi di luar gelanggang olahraga kota lama Nabire pascakeributan antarsuporter saat final kejuaraan tinju amatir Bupati Cup, di Nabire, Papua, Minggu (14/7/2013). Delapan belas orang meninggal dan 34 orang lainnya terluka akibat terinjak-injak ketika sekitar 1.000 penonton berdesakan keluar ruangan.
|
EditorKistyarini

TIMIKA, KOMPAS.com — Sebanyak 22 orang korban desak-desakan penonton pasca-keributan antarsuporter pada final Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, hingga Senin (15/7/2013) malam.

Direktur RSUD Nabire, dr Johni R Tandisau yang dihubungi Kompas.com mengatakan, dua orang di antaranya dalam kondisi kritis. Menurut dr Johni, kedua pasien tersebut, masing-masing perempuan berumur 50 tahun dan anak berumur 6 tahun, masih menjalani perawatan intensif dan rencananya akan dirujuk ke Jayapura.

“Mungkin dalam satu atau dua hari ke depan kami akan kirim ke Jayapura. Semuanya normal tapi sekarang kesadaran mereka menurun, mungkin karena terinjak dan terjepit. Tidak ada yang mengalami patah atau luka serius,” ungkapnya.

Insiden yang terjadi di Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Lama Nabire, yang mengakibatkan 18 orang tewas dan puluhan orang terluka itu, sempat membuat kewalahan para petugas medis di Instalasi Gawat Darurat RSUD Nabire.

Johni mengatakan, ketersediaan perawat dan dokter serta kapasitas tempat tidur di ruang gawat darurat untuk 15 hingga 20 tempat tidur. “Tapi karena datangnya bersamaan dan jumlah banyak sehingga terpaksa kami prioritas yang masih hidup sementara yang meninggal dunia ditidurkan di lantai,” terang Johni.

Sementara itu, jenazah para korban tewas yang sempat dibawa ke RSUD Nabire, Minggu malam, sudah dibawa pulang oleh keluarga masing-masing.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol I Gde Sumerta Jaya, mengatakan korban akibat keributan antarsuporter dalam Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup sebanyak 18 orang meninggal dunia dan 34 orang dirawat di RSUD Nabire.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasca-pertandingan tinju yang berujung maut ini, menurut Gde Sumerta, sudah 13 orang diperiksa di Polres Nabire. Namun, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, terjadi keributan antar-pendukung dalam partai final kelas bulu Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup, yang mempertemukan Yulius Pigome dari Sasana Mawa dengan Alvius Rumkorem dari Sasana Persada.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan angka Alvius Rumkorem tidak diterima oleh pendukung Yulius Pigome yang berujung keributan dan saling lempar kursi.

Sekitar 1.000 penonton yang memadati GOR Kota Lama Nabire kemudian berebut keluar ruangan melalui sebuah pintu. Kejadian itu mengakibatkan puluhan orang jatuh dan terinjak-injak akibat saling berdesakan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X