Kompas.com - 15/07/2013, 15:32 WIB
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jajaran Reskrim Polres Sleman membekuk empat pengedar uang palsu di sebuah wisma di kawasan wisata Kaliurang, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (14/7/2013). Modus kawanan ini adalah memberi pinjaman dengan menggunakan uang palsu.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin mengatakan, keempat pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari Muhamad Naif Waluyo, warga Samarinda yang menjadi korban penipuan.

"Keempat tersangka yang tertangkap memiliki peran masing-masing," kata Heru, Senin (15/7/2013).

Empat tersangka tersebut adalah Sukir (30), Muh Solikin (30), Hendra Saputra (35), dan Sri Wati (42).

Naif mengaku dihubungi Hendra ketika dia membutuhkan pinjaman uang untuk biaya proyek. Kepada dia, Hendra mengatakan sanggup memberi pinjaman uang dengan bunga rendah.

Tergiur dengan tawaran itu, Naif dan Widya istrinya datang ke Yogyakarta pada 25 Juni 2013. Mereka bertemu di rumah kontrakan Hendra di Puriwalet, Kaliurang, untuk perkenalan. Hendra lalu mengajak korban bertemu kembali untuk membahas pinjaman.

Pada Selasa (9/7/2013), mereka kembali bertemu di Taman Palagan Asri Ngaglik Sleman. Hendra menunjukkan uang yang disebutnya berjumlah Rp 30 miliar dalam sebuah boks.

Hendra kemudian menawarkan pinjaman sebesar Rp 2 miliar dengan bunga 0,5 persen setahun. Namun, korban harus membayar bunga pinjaman di muka.

Naif yang tergiur lalu menyepakati pinjaman itu dan membayarkan uang bunga sebesar Rp 100 juta kepada tersangka.

"Setelah membayar, korban ditinggal sendiri. Ketika bundelan uang itu dicek, ternyata di tengah-tengah uang yang awalnya tertutup terdapat gambar 'Upin Ipin' kartun asal Malaysia," papar Heru.

Merasa tertipu, korban lantas melapor ke Polres Sleman. Polisi lantas melakukan penyelidikan, dan hasilnya pada Minggu tanggal (14/7/2013) empat tersangka diringkus di sebuah wisma kawasan Kaliurang.

"Berdasarkan keterangan tersangka, uang itu di dapat dari daerah Solo. Kita juga masih terus mengembangkan kasus ini," kata Heru.

Dari para tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 59 bundel uang palsu. Setiap bundel bernilai Rp 1 juta.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378, 372, 245, dan UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang, dan terancam hukuman kurungan selama 15 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Regional
USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

Regional
Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Regional
Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Regional
Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Regional
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.