Seorang Warga di Polman Pingsan Saat Antre BLSM

Kompas.com - 15/07/2013, 13:16 WIB
Antri di tengah cuaca panas, sejumlah penerima blsm di polewali mandar Sulawesi barat jatuh pingsan hingga digotong warga dari kerumuna dan antrian panjang. KOMPAS.com/ JunaediAntri di tengah cuaca panas, sejumlah penerima blsm di polewali mandar Sulawesi barat jatuh pingsan hingga digotong warga dari kerumuna dan antrian panjang.
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com
 — Meski tengah berpuasa, ribuan warga miskin asal Kecamatan Andreapi, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, rela antre berjam-jam di bawah terik matahari demi mendapatkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp 300.000 di kantor pos setempat, Senin (15/7/2013).

Karena tak tahan kepanasan, salah seorang warga jatuh pingsan di tengah antrean. Rina, warga Dusun Papandangan, Kecamatan Andreapi, terkulai di tengah antrean ribuan warga yang menunggu giliran mendapat BSLM.

Ibu paruh baya ini kemudian dibawa masuk ke kantor pos untuk mendapatkan pertolongan. Setelah itu, Rina kembali digotong warga dan petugas menuju puskesmas terdekat karena tak kunjung siuman.

Karena kondisinya tak memungkinkan mengantre lagi, petugas kepolisian dan TNI yang berjaga di lokasi berinisiatif membantu Rina untuk mencairkan BLSM tanpa harus antre panjang selama berjam-jam.

Sani, tetangga Rina yang juga ikut antre, mengaku kaget lantaran Rina itu langsung terkulai di tengah antrean warga. Kebetulan, saat itu, Sani berada di belakang Rina. Sani pun terpaksa keluar dari antrean panjang dan lebih memilih menolong tetangganya.

"Saya kaget, tiba-tiba (Rina) lemas dan jatuh pingsan di tengah antrean. Saya terpaksa mengantar ke puskesmas lebih dulu sebelum kembali antre," kata Sani.

Meski ada yang pingsan, kejadian itu tidak menghalangi aktivitas pembagian BLSM. Petugas PT Pos yang mengecek kelengkapan berkas tetap bekerja melayani calon penerima BLSM.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X