Kompas.com - 13/07/2013, 21:00 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KENDARI, KOMPAS.com - Sepandai-pandai menyembunyikan bangkai, baunya akan tercium juga. Peribahasa lama itu terjadi pada Reza alias Anggi yang mengaku berjenis kelamin pria, padahal sejatinya ia seorang perempuan.

Anggi menikahi seorang perempuan bernama Ati, warga Kelurahan Kambu, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Belakangan, Ati (32) melaporkan "suaminya" itu ke Mapolresta Kendari, setelah mengetahui pasangannya berjenis kelamin sama. Padahal mereka sudah menikah selama lima bulan.

Tak hanya itu, Ati juga melaporkan pasangannya karena telah melakukan penggelapan dan penipuan. Pasalnya, Reza telah membawa kabur dan menjual sepeda motor miliknya. Kapolresta Kendari, AKBP Anjar Wicaksana dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut.

“Iya, laporannya kami terima semalam. Keluarga si istri melaporkan suaminya yang juga seorang perempuan, karena menjual sepeda motor milik istrinya. Dan baru diketahui ternyata pasangan ini sama jenis, yakni perempuan,” terang Anjar ditemui di Mapolsek Kendari, Sabtu (13/7/2013) malam.

Namun demikian, kata Anjar, pihaknya tidak akan memproses pernikahan sesama jenis. Pasangan tersebut tidak tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), lantaran menikah secara siri setelah mendapat persetujuan keluarga sang istri.

“Kronologisnya, Reza yang mengaku sebagai suami tinggal serumah dengan Ati hanya seminggu, setelah itu dia (Reza-red) meninggalkan rumah dengan membawa sepeda motor milik istrinya.

Saat diajak bertemu, Reza selalu menolak dengan alasan impoten,” jelas Kapolres Kendari.

Selanjutnya, semalam Reza dijemput keluarga istrinya lalu dibawa ke rumah mereka di Kelurahan Kambu, Kecamatan Baruga, Kendari.

Setibanya di rumah, jelas Anjar, tante sang istri memeriksa kelamin Reza dan diketahui ternyata ia berjenis kelamin perempuan.

“ Setelah keluarga Ati mengetahui suami keponakannya itu berjenis kelamin perempuan, sontak keluarganya marah dan memukul Reza. Kemudian keluarga Ati menelpon polisi dan membawa Reza ke Mapolresta Kendari, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya,” ujarnya.

Anjar melanjutkan, pihaknya juga menerima laporan Reza atas pemukulan yang dilakukan oleh keluarga Ati.

“Kami akan tetap memproses laporan kedua orang tersebut, namun kami fokus terhadap penipuan yang telah dilakukan Reza, setelah membawa menjual sepeda motor Ati, begitu juga dengan laporan yang diadukan Reza,” tegas Anjar.

Dihadapan penyidik kepolisian, Reza mengaku sudah pernah menikah dengan seorang laki-laki dan memiliki dua orang anak. Ia juga mengaku, memiliki perasaan senang dan suka kepada sesama jenis.

Saat ini, polisi masih melakukan penahan terhadap Reza yang merupakan warga Kabupaten Kolaka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.