Magelang Buka Posko Pengaduan THR

Kompas.com - 13/07/2013, 08:36 WIB
Ilustrasi uang. shutterstockIlustrasi uang.
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com — Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Magelang akan menyediakan posko pengaduan bagi karyawan yang merasakan ketidakadilan terkait pemberian tunjangan hari raya ( THR) oleh perusahaan.

Kepala Disnakertransos Aris Nugroho mengatakan, seperti tahun lalu posko tersebut rencananya akan dibuka menjelang hari raya Idul Fitri di kantor setempat.

"Jadi, kami persilakan bagi para pekerja yang diperlakukan tidak adil oleh perusahaan dalam pemberian THR agar melapor ke posko," tutur Aris akhir pekan ini.

Pada tahun lalu, kata Aris, posko yang dibuka tidak mendapatkan aduan dari para pekerja. Hal itu bisa menandakan bahwa perusahaan-perusahaan di Kota Magelang memberi THR kepada pekerja sesuai dengan ketentuan. Kendati demikian, kata Aris, tidak menutup kemungkinan pula bahwa para pekerja enggan melapor lantaran khawatir menerima risiko buruk dari perusahaan.

”Tahun kemarin posko kita kosong, tidak ada aduan. Kemungkinannya, perusahaan sudah tertib bayar THR. Tapi, ada kemungkinan pula malah pekerja tidak ingin melaporkan meski ada kejanggalan,” ujarnya.

Ditegaskan Aris, bila didapati perusahaan yang tidak memberi THR sesuai dengan ketentuan,  akan dikenakan sanksi yang berlaku. Apabila karyawan telah bekerja selama lebih dari satu tahun, besaran THR sama dengan satu kali gaji dalam sebulan.

”Surat edaran sudah kita layangkan, maksimal dibayarkan sepekan sebelum Lebaran tiba,” kata mantan Direktur RSUD Tidar Kota Magelang itu.

Sementara jika bekerja kurang dari setahun, penghitungannya sama dengan masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan besaran gaji yang didapat karyawan tersebut.

”Misalnya jika karyawan telah bekerja selama enam bulan. Maka 6 dibagi 12 bulan kemudian dikalikan dengan besaran gaji karyawan itu selama satu bulan. Itu adalah batas minimum THR sesuai edaran yang sudah kita tembuskan ke seluruh perusahaan di Kota Magelang,” tandasnya.

Di Kota Magelang sendiri, sebut Aris, terdaftar sebanyak 300 perusahaan. Ketentuan juga berlaku bagi swalayan atau toko yang memperkerjakan karyawan pada saat Lebaran. Pihaknya meminta agar mencantumkan pekerja tersebut dalam kerja lembur agar mendapatkan tambahan upah yang sesuai.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Regional
Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X