Kompas.com - 12/07/2013, 22:57 WIB
Ilustrasi BLSM nasional.kontan.co.idIlustrasi BLSM

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, diwajibkan membawa bibit pohon dan mengikuti kerja bakti di Kantor Camat Miomaffo Timur sebelum dana bantuan tersebut dibagikan.

Saat ditemui Kompas.com di sela-sela kegiatan kerja bakti, Jumat (12/7/2013), Anselmus, salah seorang penerima BLSM, mengatakan, sebelum bantuan dibagikan, penerima BLSM dari sembilan desa dan dua kelurahan di Kecamatan Miotim diwajibkan membawa bibit pisang dan kelapa serta membawa kayu gamalin untuk membuat pagar hidup. Warga penerima juga diwajibkan membersihkan lingkungan sekitar kantor camat.

Hal senada juga disampaikan Marsel, warga penerima BLSM lainnya. Ia mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Camat Miotim, meski terasa membebani, demi mendapatkan bantuan, masyarakat rela menuruti kebijakan tersebut.

"Sebagai masyarakat kecil, kami ikuti saja perintah dari pemerintah. Yah, namanya juga kami orang kecil, apalagi mau diberi bantuan seperti ini mau tidak mau harus patuh," bebernya.

Ditemui terpisah, seorang kepala desa yang meminta namanya tak disebut, mengatakan, pada penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), warga penerima tidak dibebani dengan kewajiban sebelum mendapatkan hak mereka. Dia menilai kebijakan Camat Miotim itu tidak tepat dan membebani masyarakat.

"Ada yang kerja bakti di halaman kantor camat, bersihkan rumput, tanam anakan pisang dan kelapa serta ada pula yang memagari lingkungan kantor camat. Dulu tidak ada seperti ini. Masyarakat hanya diiberi arahan dan menerima haknya,” jelas dia.

Sementara itu, Camat Miotim Marjo Talan mengatakan, tujuan dikeluarkannya kebijakan tersebut untuk mendidik masyarakat sehingga tercipta keselarasan antara hak dan kewajiban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bantuan yang diberikan pemerintah pusat bersifat stimulan agar masyarakat merespons semua program di tingkat bawah, seperti PKP, Sari Tani, dan program penghijauan di daerah aliran sungai.

Ia menjelaskan, jumlah keseluruhan penerima BLSM di Kecamatan Miotim sebanyak 1.063 kepala keluarga yang tersebar di sembilan desa dan dua kelurahan. Setiap penerima diwajibkan membawa satu anakan kelapa dan juga anakan pisang.

Dengan momentum penerimaan BLSM, masyarakat dapat diajak untuk menjadi pelopor pembangunan dan menyadarkan semangat pelestarian lingkungan.

"Kita jangan hanya selalu menerima dari pemerintah, tetapi harus memberi pula kepada pemerintah dalam bentuk ikut menyukseskan program pemerintah, apalagi anakan yang dibawa bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat sendiri," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.