Kompas.com - 12/07/2013, 16:40 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 21 Juni 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau. AP PHOTO / RONY MUHARMANPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 21 Juni 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau.
Penulis Kris R Mada
|
EditorKistyarini


BATAM, KOMPAS.com
 — PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam menyebut kabut asap sebagai penyebab pemadaman bergilir selama beberapa waktu terakhir. Kabut asap disebut membawa partikel debu yang mengendap di turbin. Akibatnya, turbin harus dimatikan untuk perawatan di luar jadwal.

Manajer Senior Komunikasi PT PLN Batam Agus Subekti mengatakan, perawatan berupa pembersihan turbin dari endapan partikel debu yang menumpuk selama kabut asap melanda Batam. Kabut asap dari Sumatera terbawa ke Batam selama pekan ketiga Juni 2013.

"Kabut asap membawa partikel-partikel yang tidak tersaring dan mengendap di mesin. Tumpukan partikel debu dapat mengakibatkan hubungan arus pendek. Endapan sedang dibersihkan dan paling lambat selesai Rabu depan," ujar Agus di Batam, Jumat (12/7/2013).

Agus tidak menjelaskan kenapa dampaknya baru terasa dua pekan setelah kabut asap tidak ada di Batam. Tidak juga dijelaskan kenapa di daerah lain tidak ada kerusakan pembangkit dengan alasan serupa. Daerah dengan pembangkit listrik tenaga gas ialah di Sumatera Selatan, salah satu provinsi tempat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.

Warga Batam mengaku sulit menerima alasan pemadaman yang diajukan PLN Batam. Mereka masih berusaha paham saat PLN beralasan kekurangan pasokan gas untuk menyalakan pembangkit. Namun, alasan kabut asap sebagai penyebab kerusakan pembangkit sulit diterima.

"Di Sumatera yang lebih parah dan lama kabutnya, tidak ada laporan pembangkit rusak gara-gara kabut asap," ujar Ian, warga kawasan Batam Center.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X