Kompas.com - 11/07/2013, 23:20 WIB
Rumah warga yang ambruk diguncang gempa bumi di Blang Mancung, Aceh, 3 Juli 2013. Gempa berkekuatan 6.2 SR yang terjadi 2 Juli di Aceh, menghancurkan rumah dan mengakibatkan tanah longsor. 24 orang tewas dan ratusan terluka. AFP PHOTO / ATARRumah warga yang ambruk diguncang gempa bumi di Blang Mancung, Aceh, 3 Juli 2013. Gempa berkekuatan 6.2 SR yang terjadi 2 Juli di Aceh, menghancurkan rumah dan mengakibatkan tanah longsor. 24 orang tewas dan ratusan terluka.
|
EditorGlori K. Wadrianto


BANDA ACEH, KOMPAS.com
— Penduduk di tiga desa yang amblas akibat gempa di Kabupaten Aceh Tengah akan direlokasi. Masing-masing adalah Desa Bah dan Desa Serempah di Kecamatan Ketol dan Desa Kute Panang di Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Abubakar Karim, mengatakan, warga sudah sepakat untuk direlokasi karena perkampungan mereka yang memang tidak mungkin dihuni lagi.

“Dua desa yang sudah setuju untuk relokasi adalah Desa Serempah dan Desa Kute Panang, mereka memang harus pindah dari lokasi semula dan bergeser ke titik lain, sementara untuk Desa Bah, warga masih harus duduk kompromi lagi,” kata Abubakar Karim, Kamis (11/7/2013).

Pemindahan warga ini didasarkan pada kondisi desa yang memang sudah tidak layak lagi dihuni. “Mereka bukan dipindahkan ke desa lain atau ke kecamatan lain karena itu tidak mungkin, mereka hanya dipindah titik lokasinya saja, pindah ke lokasi yang lebih baik, bukan dipinggir tebing atau di jalur bukit seperti sebelumnya,” ujar Abubakar Karim.

Gempa yang berkedalaman 10 kilometer telah mengubah wajah Desa Serempah dari sebuah desa yang asri dan rimbun, menjadi hamparan tanah yang penuh dengan puing-puing, bahkan tanah desa ini amblas ke dalam hingga mencapai 200 meter.

Tercatat 11 rumah amblas ke dalam tanah, sementara puluhan rumah lainnya roboh dan mengalami kerusakan berat.

Marzuki (45), warga Desa Serempah, mengaku tidak ingin kembali lagi ke desanya. “Kami tidak mungkin kembali, sebagian tanah sudah jatuh, mau tinggal di mana lagi kami, kami minta dipindahkan saja,” ujar Marzuki.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X