Bantuan Siswa Miskin "Disunat" Rp 25.000 oleh Kepsek

Kompas.com - 11/07/2013, 19:43 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Sejumlah orangtua siswa di SDN Mutis, Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan ulah kepala sekolah yang memotong uang bantuan siswa miskin (BSM) sebesar Rp 25.000.

Lima orangtua siswa yang namanya enggan dipublikasikan, Kamis (11/7/2013), mengaku kecewa dengan ulah kepala sekolah itu.

"Ada 36 siswa di SDN Mutis yang mendapat dana BSM. Kepala sekolah membuat kebijakan sepihak, tanpa melalui rapat dengan orangtua, komite, dan guru, yakni dengan memangkas uang Rp 25.000 per anak," ungkap salah satu orangtua.

Menurut para orangtua ini, ulah kepala sekolah terkait dengan uang bukan baru kali ini terjadi. "Kalau menyangkut urusan uang, dia sendiri yang atur tanpa berkoordinasi dengan pihak lain. Sementara kalau untuk urusan kerja, dia malah terbuka untuk semua. Karena itu, kami minta kepala sekolah seperti ini harus diganti saja," kata orangtua siswa.

Mereka mengatakan, bantuan yang diterima anak-anak mereka yang duduk di kelas II sampai V sebanyak Rp 360.000 per siswa. Namun, setelah dipotong, siswa hanya mendapat Rp 335.000. Sementara itu, untuk kelas VI, yang seharusnya setiap siswanya mendapat Rp 180.000, hanya memperoleh Rp 155.000.

"Pada saat penerimaan BSM di Kantor Pos dan Giro Kefamenanu, kepala sekolah juga ikut menemani 36 siswa. Saat itu juga dia langsung pangkas," kata orangtua tersebut.

"Setelah kami lakukan penghitungan, ternyata total uang yang didapat kepala sekolah sebanyak Rp 900.000. Itu tentunya lebih besar dari BSM yang didapat anak-anak. Ini sungguh sangat keterlaluan," sambungnya.

Sayang, Kepala Sekolah SDN Mutis, Dominikus Suni, sulit ditemui. Begitu pun ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten TTU, Vinsensius Saba, akan mengecek dan menindaklanjuti informasi itu. Dihubungi secara terpisah, Bupati TTU Raymundus Fernandes mengatakan akan memberi sanksi bila terbukti kepala sekolah melakukan hal itu.

"Nanti saya akan cek dulu dan kalau terbukti ya tentu ada sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya singkat. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X