Kompas.com - 11/07/2013, 19:27 WIB
Warga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik. Warta Kota/Henry LopulalanWarga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik.
|
EditorKistyarini

SITUBONDO, KOMPAS.com - Puluhan warga dari sejumlah dusun di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, mendatangi kantor kecamatan setempat, Kamis (11/7/2013) karena tidak mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Warga, yang sebagian besar adalah kaum ibu dan berstatus janda itu, mendesak Camat Banyuputih agar didaftar sebagai penerima BLSM untuk tahap berikutnya. Menurut mereka, pembagian BLSM tahap pertama tidak tepat sasaran.

Suheriya (74) warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, mengatakan dia seorang jompo yang layak menerima bantuan pemerintah dalam bentuk BLSM tersebut karena sudah tidak mampu lagi mencari nafkah dan hanya tinggal di gubuk berukuran 4x5 meter.

”Seharusnya saya layak untuk menerima uang BLSM, tapi nyatanya saya tidak menerimanya. Tapi orang yang lebih kaya dari saya mendapatkannya. Ini kan tidak adil, terus saya harus mengadu kepada siapa. Makanya  saya bersama janda yang lain datang ke kantor Kecamatan untuk minta keadilan, ” kata  nenek tujuh cucu itu.

Warga lainnya Nawiyah (65), mengaku tidak menerima BLSM. Janda empat anak ini mengaku tidak pernah menerima bantuan dari tahun lalu hingga sekarang. Meski setiap bulannya dia menerima beras miskin dari pihak desa.

“Saya sudah lama menjanda. Karena itulah, saya meminta keadilan agar didaftarkan namanya sebagi penerima BLSM. Saya hanya seorang buruh  tani,” ujar Nawiyah.

Menanggapi tuntutan itu, Kasie Sosial Kecamatan Banyuputih, Amin, meminta warga yang tidak mendapatkan BLSM agar bersabar. Amin mengatakan, pendataan penerima BLSM bukan dilakukan oleh pihak desa melainkan Badan Pusat Statistik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Data penerima BLSM itu dari BPS Pusat, desa hanya membagikan BLSM sesuai dari data BPS. Jadi hanya sebagai pelaksana saja. Sedangkan bagi ibu yang tidak mendapat BLSM, kami akan musyawarah dengan BPD dan kecamatan untuk didata, selanjutnya akan kami ajukan ke pusat,” terang Amin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.