Kompas.com - 11/07/2013, 13:11 WIB
Hujan selama hampir 24 jam, hingga Kamis (11/7/2013), menyebabkan sejumlah kawasan di Pinrang, Sulawesi Selatan, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. KOMPAS.com/ JunaediHujan selama hampir 24 jam, hingga Kamis (11/7/2013), menyebabkan sejumlah kawasan di Pinrang, Sulawesi Selatan, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
|
EditorKistyarini

PINRANG, KOMPAS.com — Ribuan rumah dan areal persawahan di Kecamatan Paleteang, Pinrang, Sulawesi Selatan, terendam banjir setinggi lebih dari 1,5 meter sejak Kamis (11/7/2013) dini hari.

Hal ini mengakibatkan lumpuhnya aktivitas warga. Harta milik warga, seperti kendaraan bermotor, pupuk, dan gabah, tidak bisa diselamatkan.

Meskipun demikian, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil berharap banjir segera surut. 

Banjir tahunan di Kecamatan Paleteang juga merendam jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas terhambat.

Banyaknya sampah yang terbawa arus banjir dari perkebunan dan persawahan di sekitarnya menyebabkan sejumlah kanal dan saluran air tersumbat.

Menurut Anto, warga Madimeng, sungai dan kanal tidak bisa menampung debit air yang meningkat akibat tingginya curah hujan dalam 24 jam terakhir. Luapan air dari kanal dan sungai pun merendam sawah yang baru ditanami, serta merendam ribuan rumah di Paleteang, Madimeng, dan Corawali.

Menurut Anto, kanal-kanal dan saluran air sudah tidak memadai karena tidak pernah diperbaiki. Daya tampungnya pun sudah tidak sesuai dengan debit air, terutama pada musim hujan. Karena itu, daerah tersebut langganan banjir.

"Warga terpaksa mengungsikan barang berharga mereka seperti kendaraan atau padi ke tempat aman karena khawatir banjir masih akan terjadi mengingat curah hujan masih terus turun," ujar Anto.

Warga lainnya, Muhammad Amin, mengaku hanya bisa pasrah ketika luapan air mulai menggenang di rumahnya. Dia tidak sempat menyelamatkan barang-barang seperti sepeda motor, mobil, ataupun gabah yang disimpan di kolong rumah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X