Kompas.com - 10/07/2013, 18:58 WIB
Belasan warga lanjut usia di Dusun  Gadungan Kepuh, kelurahan Canden saat melakukan aksi protes karena tidak mendapat BLSM. Kompas.com/ Yustinus Wijaya KusumaBelasan warga lanjut usia di Dusun Gadungan Kepuh, kelurahan Canden saat melakukan aksi protes karena tidak mendapat BLSM.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Belasan warga lanjut usia di Dusun Gadungan Kepuh, Kelurahan Canden, Kecamatan Jetis, Bantul menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dinilai tidak tepat sasaran.

Dalam aksinya puluhan warga yang berusia lanjut ini duduk di sebuah pos kamling sambil membawa kertas berukuran 50 X 50 cm yang bertuliskan "BLSM Kurang Tepat Sasaran". Salah seroang pengunjuk rasa yang tak kebagian BLSM, Panggih (65) menyanyikan tembang Jawa sebagai bentuk keprihatinan. Panggih adalah salah satu satu warga yang buta sejak lahir dan tidak mendapatkan BLSM.

"Sejak lahir, dia (Panggih) sudah mengalami kebutaan. Setelah ditinggal orangtuanya dia hidup sendirian," ujar Mujiran (65), salah satu warga Canden, Kecamatan Jetis, Bantul.

Ia mengungkapkan, untuk menopang hidupnya sehari-hari, Panggih hanya mengandalkan belas kasihan keluarga dan tetangganya.

"Orang buta dan tidak punya apa-apa kok tidak dapat jatah BLSM," tandasnya.

Ia berharap ada kebijaksanaan dari pemerintah untuk memperjuangkan nasibnya dan beberapa warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Sementara itu, Kepala Dusun Gadungan Kepuh Budiono menilai, ketidaktepatan pembagian BLSM terlihat dari data penerima. Ada warga pensiunan yang mendapatkan BLSM, sementara 15 warga lansia dan janda yang benar-benar kekurangan tidak mendapatkannya.

"Ini yang menimbulkan kecemburuan sosial," paparnya.

Ia berharap ke depan ketika pemerintah membuat program bantuan untuk warga miskin bisa melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat, sehingga data bisa lebih akurat dan tepat sasaran.

Mengatasi masalah ini ia mengaku ada wacana dari kepala desa untuk mengalihkan data penerima BLSM. Namun sampai saat ini belum mengetahui teknisnya seperti apa. Pihaknya tidak berani mengubah data yang ada.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

    Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

    Regional
    8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

    8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

    Regional
    Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

    Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

    Regional
    Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

    Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

    Regional
    Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

    Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

    Regional
    DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

    DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

    Regional
    Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

    Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

    Regional
    BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

    BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

    Regional
    Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

    Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

    Regional
    Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

    Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

    Regional
    Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

    Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

    Regional
    Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

    Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

    Regional
    Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

    Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

    Regional
    Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

    Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

    Regional
    Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

    Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.