Kompas.com - 10/07/2013, 13:58 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDARI, KOMPAS.com — Sedikitnya 20 orang calon mahasiswa strata dua (S-2) Kendari melaporkan pengelola Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ke polisi.

Puluhan PNS di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari merasa ditipu. Hingga kini, pihak UMI belum mengadakan perkuliahan meski calon mahasiswa S-2 sudah membayar Rp 20 hingga Rp 40 juta.

Yulianti, salah satu calon mahasiswa pascasarjana, mengaku telah membayar dana kuliah Rp 20,350 juta yang disetorkan langsung kepada Samsul, Direktur Program Pascasarjana UMI.

Program Pascasarjana UMI kelas Mitra Kendari adalah hasil kerja sama dengan Pemkot Kendari yang dibuktikan dengan penandatanganan MOU. Dalam MOU tersebut, Pemkot menyediakan tempat perkuliahan dan pihak UMI menyiapkan tenaga pengajar.

Menurut Yulianti, calon mahasiswa pascasarjana adalah PNS dan setengah dari biaya kuliah ditanggung oleh Pemkot Kendari. "Kami telah berusaha menanyakan kepada Pemkot, tetapi tak ada respons. Bahkan seakan Pemkot terkesan saling lempar tanggung jawab, padahal ini kan program Pemkot. Dan yang menawari kami untuk melanjutkan kuliah adalah dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kendari," ungkap Yulianti.

Di tempat terpisah, Sekretaris BKD Pemkot Kendari Sulkurniah membenarkan hal itu. Pihaknya mengurus PNS untuk melanjutkan pendidikan program S-2. "Kami kira para PNS ini telah melaksanakan aktivitas kuliahnya. Kami baru tahu masalah ini setelah PNS melaporkan dan menanyakan hal tersebut," kata Sulkurniah.

Sulkurniah mengatakan, dalam perjanjian itu Pemkot hanya sebagai fasilitator yang akan menyediakan gedung perkuliahan karena aktivitas perkuliahan akan dilaksanakan di Pemkot itu dengan menghadirkan dosen UMI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau tidak salah ada sekitar 20 PNS yang mengurus berkas perkuliahan, ada satu orang yang telah melunasi. Sementara PNS yang lainnya ada yang baru membayar Rp 8 juta, ada juga Rp 3 juta. Informasi ini pun kami dapat dari korban Yulianti yang datang beberapa waktu lalu," kata Sulkurniah.

Sulkurniah mengaku, permasalahan tersebut belum diketahui wali kota. "Karena kami belum melaporkannya. Tapi segera kami akan menghadap agar dicarikan solusi sebab korbannya adalah PNS di lingkup Pemkot. Jika korban telah melaporkan ke polisi itu bagus, kiranya permasalahan ini bisa segera diselesaikan," ujarnya.

Bahkan, Mansyur dan Masykur, orang yang mengurus program pascasarjana, tidak berhasil dikonfirmasi. Mereka tidak menjawab ketika dihubungi lewat telepon.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.