BPOM Temukan Produk Kedaluwarsa di Toko Modern Manado

Kompas.com - 09/07/2013, 20:42 WIB
Tim Pemeriksa BPOM Manado melakukan sidak ke sejumlah pasar swalayan dan pasar tradisional yang ada di Manado, untuk memastikan produk makanan dan minuman yang dijual aman untuk dikonsumsi. Kompas.com/Ronny Adolof BuolTim Pemeriksa BPOM Manado melakukan sidak ke sejumlah pasar swalayan dan pasar tradisional yang ada di Manado, untuk memastikan produk makanan dan minuman yang dijual aman untuk dikonsumsi.
|
EditorFarid Assifa

MANADO, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado inspeksi mendadak di sejumlah tempat, Selasa (9/7/2013) pagi hingga sore hari. Tim pemeriksa mendatangi pasar tradisional maupun swalayan modern.

Di Pasar Tradisional Karombasan, tim menemukan produk makanan yang sudah kedaluwarsa di beberapa gudang toko kebutuhan bahan pokok. Pemilik barang mengaku bahwa barang-barang tersebut sengaja disisihkan untuk dikembalikan kepada distributor barang.

Store Manager Swalayan Multi Mart Karombasan Syaiful Nur Hamidan mendukung razia BPOM. "Dengan demikian konsumen bisa tahu kalau kami melakukan kecurangan atas apa yang kami jual, terutama produk makanan dan minuman," ujar Syaiful.

Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Manado Sukriadi Darma mengatakan, pemeriksaan ini sudah menjadi bagian rutin dari program kerja BPOM.

"Kami kadangkala melakukan pemeriksaan secara diam-diam ke berbagai toko dan swalayan, agar pemilik barang tidak menyingkirkan terlebih dahulu barang yang tidak sesuai aturan sebelum kami datang," ujar Sukri.

Di Swalayan Fiesta Ria Samrat, Tim Pemeriksa menemukan produk makanan asal Cina dalam kemasan kaleng yang sudah kedaluarsa, tetapi tetap dipajang dan dijual. Atas temuan itu tim melakukan pembinaan dan penyitaan, serta langsung memusnahkan barang tersebut di tempat.

Pemusnahan barang sitaan juga dilakukan di Swalayan Multi Mart Samrat berupa Olive Oil yang dijual tanpa izin edar resmi. Demikian pula dengan beras ketan merk Katana kemasan 2,5 kg, serta 7.5 kg kentang iris yang tidak mencantumkan izin BPOM dan informasi kedaluwarsa.

"Pemusnahan langsung dilakukan di lokasi dengan terlebih dahulu dibuatkan berita acara. Setelah itu, pemilik barang kami panggil ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya," tambah Sukri.

Sementara itu, di salah satu swalayan modern Hypermart, tim pemeriksa menyita puluhan kilogram produk daging beku curah yang dijual tanpa label informasi sama sekali, kecuali informasi harga. Pada berbagai daging beku curah seperti bakso, nugget dan lainnya tidak ada informasi mengenai waktu pembuatan serta waktu kedaluwarsanya.

"Tidak ada pula informasi nama produsen serta alamatnya, jadi semuanya kami sita," ujar Agung, salah satu anggota tim. Menurut BPOM Manado, Hypermart sudah sangat sering melakukan pelanggaran sejenis.

Sementara itu, salah satu penanggungjawab area Hypemart, Helmi Rau mengakui kelalaian pihaknya dengan tidak mencantumkan label informasi.

"Hal ini disebabkan karena kami beberapa waktu lalu memindahkan lokasi daging curah beku ini, dan belum sempat memasang kembali label informasi tersebut," ujar Helmi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X