Kompas.com - 09/07/2013, 15:52 WIB
Puluhan pegawai Lembaga Pengembangan Masyarakat Amugme Kamoro (LPMAK) membongkar paksa tenda posko keprihatinan yang dibangun Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Senin (8/7/2013) sore. Selain membongkar tenda, puluhan pegawai yang datang menggunakan belasan mobil ini menurunkan dan merobek spanduk berisi kecaman kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) selaku penyandang dana rumah sakit serta tuntutan audit keuangan kepada LPMAK pengelola dana kemitraan. Alfian KartonoPuluhan pegawai Lembaga Pengembangan Masyarakat Amugme Kamoro (LPMAK) membongkar paksa tenda posko keprihatinan yang dibangun Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Senin (8/7/2013) sore. Selain membongkar tenda, puluhan pegawai yang datang menggunakan belasan mobil ini menurunkan dan merobek spanduk berisi kecaman kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) selaku penyandang dana rumah sakit serta tuntutan audit keuangan kepada LPMAK pengelola dana kemitraan.
|
EditorFarid Assifa

TIMIKA, KOMPAS.com – Puluhan pegawai Lembaga Pengembangan Masyarakat Amugme Kamoro (LPMAK) membongkar paksa tenda posko keprihatinan yang dibangun Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Senin (8/7/2013) sore.

Selain membongkar tenda, puluhan pegawai yang datang menggunakan belasan mobil ini menurunkan dan merobek spanduk berisi kecaman kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) selaku penyandang dana rumah sakit serta tuntutan audit keuangan kepada LPMAK pengelola dana kemitraan.

Ketua PUK SPSI RS Mitra Masyarakat Maria Kotorok mengatakan, aksi perusakan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIT seusai mengikuti pertemuan para pemangku kepentingan RSMM yang difasilitasi Bupati Mimika Abdul Muis di Pendopo Rumah Negara, Satuan Pemukiman (SP) 3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika.

Menurut Maria, dalam pertemuan yang dihadiri PT Freeport Indonesia, LPMAK, Yayasan Caritas, Manajemen RS Mitra Masyarakat serta pengurus SPSI RSMM, juga sempat diwarna aksi unjuk rasa dari pegawai LPMAK yang mengecam SPSI RSMM.

“Yafet Beanal, salah seorang pegawai LPMAK bahkan sempat masuk ke ruang pertemuan dan meminta agar pertemuan dihentikan saja. Pemerintah tidak berhak mencampuri urusan RSMM yang merupakan milik LPMAK, seraya meminta agar semua peserta aksi dipecat saja dan mencari pegawai baru,” urai Maria.

Aksi perusakan yang dipimpin sejumlah Wakil Sekretaris Eksekutif LPMAK, sempat memancing emosi pegawai RS Mitra Masyarakat. Namun pihaknya sudah meminta semua pegawai RSMM untuk menahan diri menghindari perselisihan. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pegawai LPMAK karena belum memahami tuntutan pegawai rumah sakit melalui SPSI.

“Kami berjuang supaya pasien 7 suku bisa mendapat pelayanan yang manusiawi. Ini juga kami sampaikan kepada semua masyarakat dan khususnya kepada teman-teman yang tadi untuk bersama membenahi rumah sakit, karena mereka juga korban. Menurut kami, ini adalah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Freeport, dan Freeport wajib memperhatikan warga 7 suku yang ada disekitar daerah pertambangan,” tegas Maria.

Meski mereka sempat diancam akan di-PHK massal oleh LPMAK, namun Maria tetap menegaskan akan terus memperjuangkan tuntutan mereka terkait masa depan pendanaan rumah sakit yang menjadi penghambat pengembangan dan pelayanan RS Mitra Masyarakat.

“Tingginya tingkat hunian dan antrean pasien sehingga banyak pasien yang dipulangkan sebelum sembuh. Bahkan karena keterbatasan tempat tidur pasien kadang dirawat di lorong-lorong yang hanya bertirai kain," jelasnya.

Selain itu, menurut Maria, keengganan RSMM untuk memberikan rujukan, sementara peralatan tidak ada untuk pasien yang sakit parah, sehingga dibiarkan menunggu meninggal di rumah sakit,” ungkap Maria.

Ratusan pegawai RS Mitra Masyarakat yang tergabung dalam PUK SPSI RSMM mendirikan posko keprihatinan 2 pekan lalu, menyusul tidak kunjung membaiknya pendanaan rumah sakit, bahkan pembayaran gaji mereka sering telat.

Mereka sempat menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Mimika, di Satuan Pemukiman 3 (SP-3), Distrik Kuala Kencana, Selasa (2/7/2013) lalu, namun tidak berhasil menemui Bupati Mimika. Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika -yang mulai beroperasi sejak tahun 1999 lalu- merupakan rumah sakit yang dibangun oleh LPMAK melalui pendanaan dana satu persen penghasilan kotor PT Freeport Indonesia untuk warga 7 suku pemilik ulayat konsesi pertambangan.

Meski rumah sakit ini diperuntukkan bagi warga 7 suku, namun karena keterbatasan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika, maka rumah sakit ini juga melayani masyarakat umum. Rumah Sakit tipe C yang menjadi satu-satunya rumah sakit terakreditasi di Papua dan Papua Barat, juga menjadi rumah sakit rujukan dari sejumlah kabupaten yang berada di sekitar Kabupaten Mimika.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X