Presiden Tinjau Lokasi Gempa di Aceh Tengah

Kompas.com - 09/07/2013, 11:44 WIB
Puing-putih rumah di lereng bukit di Bener Meriah, Kamis (4/7/2013). Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah juga menyebabkan tanah longsor yang menimbun rumah warga. AFP PHOTO / ATAR Puing-putih rumah di lereng bukit di Bener Meriah, Kamis (4/7/2013). Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah juga menyebabkan tanah longsor yang menimbun rumah warga.
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau lokasi bencana gempa Aceh di Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (9/7/2013).
    
Kepala Negara meninggalkan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa sekitar pukul 06.00 WIB dan tiba di Bandara Malikussaleh, Aceh, sekitar pukul 09.20 WIB.
    
Setibanya di Aceh, Presiden Yudhoyono beserta rombongan menuju Desa Rejewali, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
    
Pada rapat kabinet paripurna, Senin (8/7/2013), yang membahas mengenai penanganan bencana, Presiden Yudhoyono telah menyampaikan niatnya untuk meninjau lokasi bencana di Aceh.
   
"Saya simpulkan bahwa langkah-langkah pascatanggap darurat terus dilakukan. Proses rekonstruksi lebih cepat dan lebih baik," kata Presiden.
    
Dalam rapat kabinet yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono tersebut, Presiden mengatakan secara rutin berkomunikasi dan mendapat laporan dari satuan tugas yang bertugas di Aceh.
    
Sementara itu, pada akhir pekan, tim Staf Khusus Presiden telah mengunggah informasi mengenai rencana kunjungan Presiden itu di akun jejaring sosial Twitter Presiden Yudhoyono, @SBYudhoyono.
    
"Presiden SBY pelajari laporan gempa Aceh. Pada 9 Juli 2013, beliau akan tinjau pusat bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh," demikian menurut keterangan dalam akun tersebut yang menyertakan sebuah foto Presiden tengah berada di meja kerjanya.
    
Menurut informasi dari wartawan Antara di Bener Meriah, Presiden  Yudhoyono dijadwalkan berdialog dengan korban gempa dan meninjau langsung lokasi bencana terparah di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
    
Komandan Posko Terpadu Bencana Aceh Tengah dan Bener Meriah Kol Inf Hipdizah di Redelong menyatakan, Kepala Negara akan mendarat di Bandara Malikussaleh, Kota Lhokseumawe, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bener Meriah dengan helikopter.
    
Kecamatan Ketol merupakan kawasan terparah akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter pada Selasa (2/7/2013) karena hampir 90 persen rumah penduduk rusak parah.
     
Dua desa di kecamatan yang berada di lereng gunung, yakni Desa Bah dan Serempah, longsor dan mengakibatkan rumah, juga tanah, menutup sungai di bawahnya.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Regional
Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Regional
Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Regional
Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X