Kompas.com - 05/07/2013, 14:14 WIB
Puluhan pedagang asongan menggelar aksi di Stasiun Klaten, Jumat (5/7/2013). KOMPAS.COM/ M WismabrataPuluhan pedagang asongan menggelar aksi di Stasiun Klaten, Jumat (5/7/2013).
|
EditorFarid Assifa

KLATEN, KOMPAS.com
 — Kericuhan kembali terjadi antara pedagang asongan dan petugas khusus keamanan stasiun kereta api, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) di Stasiun Klaten, Jumat (5/7/2013). Pedagang asongan nekat masuk ke gerbong KA Sri Tanjung jurusan Banyuwangi-Yogyakarta yang berhenti di stasiun pada pukul 8.30.

Petugas keamanan sudah mengantisipasinya dengan menghalang-halangi pedagang agar tidak bisa naik ke gerbong. Hal tersebut kembali memicu kemarahan sebagian pedagang asongan dan menimbulkan adu mulut dengan petugas.

Pedagang asongan yang berpura-pura sebagai penumpang juga terdeteksi oleh petugas. Suasana sempat memanas saat pedagang yang marah mencoba menyerang petugas Polsuska yang mengahalang-halangi mereka masuk. Namun, ketegangan mereda setelah kedua belah pihak memilih untuk menahan diri.

Salah satu pedagang, Rahmawati (45), menyesalkan PT KAI yang melarang dirinya berjualan di dalam kereta api.

"Kita hanya mencari sesuap nasi di atas gerbong dan kita merasa tidak mengganggu penumpang. Wong penumpang juga ada yang mau beli," kata Rahmawati kepada wartawan.

Sementara itu, Asisten Manajer Humas Daop VI Yogyakarta kepada Kompas.com mengatakan, PT KAI sudah menyosialisasikan UU Nomor 23 tahun 2007 Pasal 90 tentang Perkeretaapian yang memuat klausul bahwa pedagang dilarang berjualan di dalam gerbong kereta baik yang sedang berjalan atau berhenti di stasiun. Pedagang asongan hanya diizinkan berjualan di zona 3, yaitu di halaman stasiun.

"Kita hanya menjalankan amanah UU No 23 tahun 2007. Tidak ada aktivitas berjualan di dalam gerbong karena masuk di zona 1. Sebetulnya pedagang asongan yang berasal dari Klaten sudah banyak berkurang, dan ini saya menduga banyak pedagang asongan dari luar Klaten yang sulit diatur," kata Lukman, Jumat (5/7/2013).

Seperti diketahui, puluhan pedagang asongan sempat memblokade jalur Kereta Api Sri Tanjung pada aksi unjuk rasa, Kamis (4/7/2013) lalu. Dalam aksi tersebut, seorang petugas Polsuska sempat memukul salah satu pedagang hingga pingsan. Namun demikian, jadwal kereta api tidak terganggu atas aksi para pedagang asongan di Klaten tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X