Kompas.com - 05/07/2013, 14:13 WIB
Penumpang bersiap pergi menggunakan bus dari Terminal Giwangan, Yogyakarta, Kamis (27/6/2013). Berdasarkan inspeksi yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, kenaikan tarif angkutan pascakenaikan harga bahan bakar minyak di terminal tersebut masih dalam taraf wajar, yakni berkisar 15 persen. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Penumpang bersiap pergi menggunakan bus dari Terminal Giwangan, Yogyakarta, Kamis (27/6/2013). Berdasarkan inspeksi yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, kenaikan tarif angkutan pascakenaikan harga bahan bakar minyak di terminal tersebut masih dalam taraf wajar, yakni berkisar 15 persen.
|
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com
— Tarif bus antarkota dalam provinsi (AKDP) di Jawa Timur akhirnya resmi naik menyusul kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sejak 22 Juni lalu.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 46 Tahun 2013 tentang Tarif Dasar dan Tarif Jarak Batas Atas dan Batas Bawah, tarif bus AKDP kelas ekonomi mengalami kenaikan 17,48 persen.

"Tarif berlaku resmi sejak Kamis (4/7/2013) kemarin,'' terang Kabid Angkutan Jalan, Dishub LLAJ Provinsi Jatim, Sumarsono, Jumat (5/7/2013).

Selain mempertimbangkan komponen BBM, angka kenaikan tersebut di antaranya juga mempertimbangkan besaran upah sektoral pekerja di Jawa Timur.

Sejak resmi diberlakukan, secara bersamaan, pihaknya juga sudah menurunkan tim khusus untuk memantau pelaksanaan Pergub itu di lapangan. ''Jika ada yang melanggar, hukumannya dari sanksi teguran, surat tertulis, hingga pencabutan izin trayek,'' tegasnya.

Dalam Pergub itu, tarif batas atas dan batas bawah secara otomatis juga mengalami perubahan. Saat ini, tarif batas atas AKDP dipatok sebesar Rp 158 per kilometer, sedangkan tarif batas bawah menjadi Rp 98 per kilometer.

Sebelumnya, tarif batas atas AKDP dipatok Rp 135 per kilometer dan tarif batas bawah Rp 83 per kilometer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun harga BBM bersubsidi jenis premium naik dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 per liter. Sementara solar dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter.

Penyesuaian harga eceran bahan bakar minyak bersubsidi sesuai ketentuan Perpres Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Peraturan Menteri ESDM No 18 Tahun 2013 tentang Harga Jual Eceran.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

    Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

    Regional
    Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

    Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

    Regional
    Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

    Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

    Regional
    Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

    Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

    Regional
    Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

    Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

    Regional
    Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

    Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

    Regional
    Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

    Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

    Regional
    Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

    Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

    Regional
    Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

    Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

    Regional
    Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

    Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

    Regional
    Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

    Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

    Regional
    Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

    Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

    Regional
    Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

    Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

    Regional
    TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

    TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

    Regional
    Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

    Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.