Pegawai Pesawat Wings Air Mengaku Dipukul Sekda Papua Barat

Kompas.com - 05/07/2013, 13:11 WIB
Pesawat Wings Air di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (1/6/2013). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat Wings Air di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (1/6/2013).
|
EditorFarid Assifa

MANOKWARI, KOMPAS.com — Pejabat sementara (Pjs) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Ishak Hallatu, Jumat (5/7/2013) menganiaya pegawai bagian operasional maskapai Wings Air, Eka Hendrawan, di dalam pesawat. Akibatnya, korban mengalami luka sobek di bagian bawah bibir.

Eka Hendrawan kepada Kompas.com mengaku, semula dirinya sebagai pengawai operasional mendapat laporan dari pramugari terkait adanya komplain dari seorang penumpang yang protes terkait tempat duduknya di dalam pesawat. Protes itu disampaikan saat pesawat akan boarding.

Lalu Eka pun mendatangi penumpang yang protes tersebut. Saat Eka akan mengatur tempat duduk, ia malah dimarahi oleh seorang penumpang yang belakangan diketahui Sekda Papua Barat Ishak Hallatu. Eka mengaku dipukul Ishak karena yang bersangkutan merasa tidak terima diberi nomor kursi 13.

Menurut Eka, aksi pemukulan berlanjut saat dirinya mengingatkan Sekda agar segera kembali duduk karena pesawat akan segera close. Eka kembali dipukul Sekda dengan tuduhan telah mendorong pelaku. Ironisnya, Eka malah disuruh meminta maaf atas kejadian itu.

“Saya juga sempat heran, saya yang dipukul, tapi saya malah disuruh meminta maaf karena telah mendorongnya di atas pesawat,” kata Eka di Manokwari.

Akibat pemukulan ini, Eka Hendrawan mengalami luka sobek di bagian bibir bawah. Sementara Sekda Papua Barat Ishak Hallatu langsung turun dari pesawat dan membatalkan penerbangannya ke Jakarta.

Eka Hendrawan kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Bandara Rendani Manokwari seusai melakukan visum di Rumah Sakit Angkatan Laut, Sanggeng. Meski masih trauma, korban tetap melajutkan pekerjaannya di kantor Wings Air di Bandara Rendani Manokwari.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat yang berusaha dihubungi di kantor gubernur Provinsi Papua Barat, ruangan kantornya tertutup rapat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli, Modus Pakai Sistem Duet di Facebook

Duduk Perkara Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli, Modus Pakai Sistem Duet di Facebook

Regional
Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Regional
Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Regional
Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

Regional
Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Regional
4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

Regional
5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

Regional
TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

Regional
Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Regional
Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Regional
Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Regional
Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Regional
Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Regional
WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X