Kompas.com - 04/07/2013, 23:08 WIB
Aparat Kepolisian dari Polres Mimika dibantu Brimob Detasemen B Polda Papua yang dipimpin Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini melerai bentrokan antar pendulang yang terjadi di areal pengendapan tailing mil 24. 1 orang pendulang tewas dan belasan orang luka-luka akibat bentrokan antara pendulang camp mil 34 dengan pendulang camp mil 24, Kamis (4/7/2013) siang. istimewaAparat Kepolisian dari Polres Mimika dibantu Brimob Detasemen B Polda Papua yang dipimpin Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini melerai bentrokan antar pendulang yang terjadi di areal pengendapan tailing mil 24. 1 orang pendulang tewas dan belasan orang luka-luka akibat bentrokan antara pendulang camp mil 34 dengan pendulang camp mil 24, Kamis (4/7/2013) siang.
|
EditorFarid Assifa

TIMIKA, KOMPAS.com — Pascabentrok pendulang yang menewaskan satu orang dan melukai belasan orang di areal pengendapan tailing mil 34, Distrik Kuala Kencana, Kamis (4/7/2013) siang, polisi di Timika menggelar razia pendulang.

Razia digelar aparat Polres Mimika dan Brimob Detasemen B di Jalan Airport pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIT. Hasilnya, aparat menjaring 200 orang pendulang yang menumpangi tiga unit truk di Jalan Airport. Dalam razia ini, aparat mengamankan puluhan senjata tajam. Para pendulang langsung dibawa ke Mapolsek Mimika Baru.

Kepala Bagian Operasional Polres Mimika Kompol A Korowa yang memimpin razia malam tadi langsung mengimbau para pendulang untuk kembali ke rumah masing-masing.

Bentrokan antar-pendulang yang terjadi di areal pengendapan tailing yang menjadi lokasi dulang sudah sering kali terjadi. Bahkan, bentrokan kadang meluas ke Kota Timika, seperti yang terjadi pada 15 Maret lalu saat terjadi bentrokan antar-pendulang di mil 34 yang berujung lima orang tewas, yang sebagian korban ditemukan di luar lokasi dulang.

Bentrokan pendulang juga terjadi pada 7 Mei lalu. Insiden itu bermula dari rebutan lahan dulang yang berujung bentrok kelompok yang mengakibatkan tiga orang pendulang mengalami luka-luka.

Satu orang pendulang tewas dan belasan lainnya mengalami luka akibat bentrok antardua kelompok pendulang di areal pengendapan tailing mil 34, Distrik Kuala Kencana, Kamis (4/7/2013) siang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.