Kompas.com - 04/07/2013, 21:33 WIB
Pencairan BLSM di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Kamis (4/7/2013). Mereka dimintai sumbangan Rp. 20.000 untuk pembangunan balai desa. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPencairan BLSM di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Kamis (4/7/2013). Mereka dimintai sumbangan Rp. 20.000 untuk pembangunan balai desa.
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Pencairan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sudah dilaksanakan di sebagian desa dan kecamatan. Sampai hari Kamis (4/7/2013), cukup banyak ditemukan warga yang tidak menerima bantuan kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tersebut. Bahkan ada juga bantuan yang salah sasaran.

Seperti yang terjadi di Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur. Di desa itu, Maiyah, nenek renta yang tinggal sebatang kara tidak kebagian BLSM. Sebaliknya, tetangga Maiyah yang sudah terdaftar sebagai calon jemaah haji tahun ini, malah kebagian BLSM.

Menanggapi hal itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, warga yang tidak kebagian BLSM akan didata oleh masing-masing kepala desa atau lurahnya. Data itu nanti akan dibahas dengan beberapa instansi terkait agar dicarikan solusinya. Yang jelas, kata Achmad Syafii, Pemkab Pamekasan akan memberikan yang terbaik bagi mereka yang tidak kebagian BLSM.

"Kami belum bisa menjanjikan sesuatu yang sama dengan BLSM. Namun kami akan berupaya yang terbaik bagi mereka," janjinya.

Di Kabupaten Pamekasan, dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) ditemukan sebanyak 86.397 keluarga miskin (gakin). Data itu pula yang digunakan PT Pos Pamekasan untuk pendistribusian BLSM di 13 kecamatan di Pamekasan.

Menurut Syafii, kemungkinan ada gakin yang luput dari pendataan BPS. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak mau mempersoalkan data tersebut karena itu bukan urusan pemerintah daerah.

"Yang akan dilakukan Pemkab Pamekasan jika ada gakin yang tidak kebagian, agar segera didata dan dicarikan solusinya," tandas Syafii.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Kabupaten Pamekasan sendiri, jumlah keluarga miskin masih didominasi daerah bagian utara yang memang tertinggal dibandingkan dengan daerah bagian selatan. Paling tinggi, jumlah gakin berada di Kecamatan Batumarmar sebanyak 13.634 keluarga, disusul Kecamatan Proppo 10.974 keluarga dan Kecamatan Waru 8.718 keluarga.

Sementara daerah paling sedikit jumlah gakinnya, yakni Kecamatan Galis sebanyak 2.111 keluarga disusul Kecamatan Pamekasan 3.439 gakin dan Kecamatan Pakong sebanyak 3.519 Gakin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Regional
    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Regional
    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Regional
    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Regional
    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Regional
    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Regional
    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Regional
    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    Regional
    Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

    Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

    Regional
    Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

    Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

    Regional
    Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

    Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

    Regional
    Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

    Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

    Regional
    Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

    Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

    Regional
    Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

    Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

    Regional
    Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

    Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.