Kompas.com - 04/07/2013, 17:32 WIB
Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jeda persidangan kasus penyerangan Lapas Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, puluhan orang yang tergabung dalam Sri Kandi Mataram dan Paksi Katon memberikan karangan bunga kepada tim penasihat hukum terdakwa.

Sejak dimulainya sidang berkas pertama, pukul 09.00 WIB, beberapa orang baik dari Srikandi Mataram maupun Pasi Katon sudah tampak berada di depan gedung pengadilan untuk mempersiapkan acara pengalungan karangan bunga.

Saat jeda persidangan, lima orang dari Srikandi Mataram dengan mengenakan kostum tokoh pewayangan yakni, Semar, Petruk, Hanoman dan Gatot Kaca berbaris di depan pintu utama pengadilan dengan membawa tiga karangan bunga.

Di belakangnya turut serta juga puluhan orang dari anggota Paksi Katon. Tak lama, tiga penasihat hukum terdakwa tampak keluar dari dalam pengadilan. Satu persatu para Srikandi Mataram lantas mengalungkan karangan bunga kepada ketiga penasihat hukum.

"Punokawan itu sosok pengayom, Gatot Kaca dan Hanoman adalah dua tokoh gagah berani dan pembela kebenaran. Itu yang kami lambangkan untuk memberi semangat kepada penasihat hukum yang membela para kesatria," jelas Toni, salah satu warga Yogya yang mengenakan kostum Petruk, Kamis (04/07/2013).

Ia bersama elemen masyarakat lainnya berharap agar tim penasihat dapat membebaskan 12 terdakwa dari dakwaan berencana, dan meringankan hukuman.

"Kami memberikan semangat dan dukungan kepada para penasihat hukum agar terus berusaha membela 12 kesatria anggota Kopassus," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah mengalungkan karangan bunga, beberapa elemen masyarakat juga menyempatkan sambangi Serda Ucok Cs di sel tahanan Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

"Saya terharu saat bertemu dengan mereka (Ucok cs). Tadi di dalam ada yang mengatakan, awalnya mereka sempat merasa tidak mendapat dukungan," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Regional
    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Regional
    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Regional
    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Regional
    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Regional
    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    Regional
    Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

    Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

    Regional
    Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

    Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

    Regional
    Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

    Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

    Regional
    Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

    Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

    Regional
    Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

    Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

    Regional
    Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

    Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

    Regional
    Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

    Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

    Regional
    Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

    Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

    Regional
    Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

    Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.