Kompas.com - 04/07/2013, 15:13 WIB
Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Buru Selatan, Maluku Senin (28/1/2013) berunjuk rasa di Kantor Kejati Maluku, mendesak Kejati Maluku segera menetapkan Bupati Buru Selatan sebagai tersangka dalam kasus proyek rumput laut di kabupaten tersebut. KOMPAS.com/ RAHMAN PATTYPuluhan mahasiswa asal Kabupaten Buru Selatan, Maluku Senin (28/1/2013) berunjuk rasa di Kantor Kejati Maluku, mendesak Kejati Maluku segera menetapkan Bupati Buru Selatan sebagai tersangka dalam kasus proyek rumput laut di kabupaten tersebut.
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com — Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi berunjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis (4/7/2013). Mereka mendesak Kejati Maluku segera menuntaskan kasus korupsi dana asuransi kesehatan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) tahun 1999-2004 senilai Rp 5,7 miliar.

Dalam aksi itu, puluhan mahasiswa ini meminta Kejati Maluku segera menahan Wali Kota Tual MM Tamher dan wakilnya, Adam Rahayaan, serta sejumlah anggota DPRD Maluku Tenggara periode 1999-2004 yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut. MM Tamher saat itu menjabat sebagai wakil ketua DPRD Maluku Tenggara, sedangkan Adam Rahayaan menjabat sebagai Ketua Panitia Anggaran di DPRD Maluku Tenggara.

“Kami minta kasus ini segera dituntaskan. Kejati jangan sampai 'masuk angin'. Ini tindak kejahatan yang harus segera diselesaikan,” teriak kordinator aksi Mohammad Din Jaitun Tepher dalam orasinya.

Menurut pendemo, kasus korupsi dana asuransi kesehatan ini sengaja dibiarkan berlarut-larut oleh Kejati Maluku. Buktinya, hingga saat ini para pelaku utama kasus tersebut belum juga diseret ke pengadilan.

“Kasus ini sudah berjalan 4 tahun di Kejati Maluku, namun anehnya tidak ada langkah maju proses penegakan hukum terhadap para pelaku,” ungkap pendemo lain.

Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa ini juga membentangkan spanduk panjang berisi kecaman terhadap kinerja Kejati Maluku yang dinilai tidak serius dalam mengusut kasus tersebut. Pendemo juga menghadiahi ayam potong dan boneka harimau sebagai simbol atas lemahnya penegakan hukum oleh Kejati Maluku dalam memberantas sejumlah kasus korupsi.

“Silakan dipilih, kalau pilih ayam potong berarti Kejati loyo, dan kalau pilih boneka harimau ini berarti kami menilai Kejati masih punya taring untuk memberantas kasus korupsi di Maluku,” ungkap pendemo di hadapan sejumlah pejabat Kejati Maluku.

Selain itu, dalam aksi itu, pendemo juga memberi uang Rp 50.000 kepada Kejati Maluku sebagai simbol tingginya praktik suap menyuap di Kejati Maluku, khususnya dalam penanganan kasus korupsi.

Salah satu staf Kejati Maluku, Semy, berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa ke Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku.

“Yang pasti kami juga punya keinginan yang sama dengan kalian (pendemo) untuk memberantas korupsi. Nanti tuntutan kalian akan saya tindak lanjuti kepada Kajati Maluku,” kata Semy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X