Kompas.com - 04/07/2013, 11:54 WIB
Seorang penerima dana BLSM di Manado menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial dan dana yang diterimanya. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSeorang penerima dana BLSM di Manado menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial dan dana yang diterimanya.
|
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Ratusan warga Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) mengeluhkan adanya pungutan sebesar Rp. 20.000 per orang.

Potongan itu dilakukan kepala desa setempat yang beralasan pemotongan itu untuk dana pembangunan balai desa serta penerangan lampu balai desa dan sekitarnya.

Bambang (35), warga Desa Panglegur, mengatakan, sehari sebelum pencairan BLSM warga penerima diundang ke kepala desa. Setiap warga disuruh membawa uang Rp 20.000 agar BLSM bisa dicairkan.

Perintah kepala desa itu membuat heran warga karena di desa-desa yang lain tidak ada persyaratan uang. Warga hanya disuruh membawa kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.

"Karena warga khawatir tidak kebagian, dengan terpaksa mereka membawa uang yang diminta kepala desa," kata Nanang, warga lainnya.

Nanang berpendapat, permintaan uang itu sama saja dengan pemotongan BLSM karena pada dasarnya warga hanya menerima Rp 280.000. "Hanya caranya saja yang berbeda untuk melakukan pemotongan," tegasnya.

Yang membuat warga heran, kata Nanang, adalah pembangun balai desa dan penerangan desa diambilkan dari potongan BLSM. Menurut dia, pembangunan itu sudah dianggarkan pemerintah. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau pembangunan desa dibiayai dari potongan bantuan orang miskin, ini sudah keterlaluan," tandas Nanang.

Sunaryati, warga lainnya, mengaku harus berutang ke tetangganya agar bisa memenuhi persyaratan yang disebutkan kepala desa. Dia khawatir BLSM yang menjadi haknya tidak bisa dicairkan atau bahkan dialihkan ke warga lainnya.

"Daripada tidak kebagian saya harus cari pinjaman untuk disetor ke kepala desa," tutur Sunaryati.

Sementara itu, Mistai, Kades Panglegur, masih belum bisa dimintai konfirmasi soal pemotongan BLSM tersebut. Mistai tidak berada di rumahnya saat pencairan BLSM. Dia juga tidak bisa dihubungi melalui telepon.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

    Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

    Regional
    Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

    Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

    Regional
    Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

    Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

    Regional
    Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

    Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

    Regional
    Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

    Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

    Regional
    Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

    Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

    Regional
    Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

    Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

    Regional
    Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

    Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

    Regional
    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Regional
    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Regional
    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Regional
    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Regional
    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Regional
    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Regional
    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.