Mengapa Warga Aceh Khawatirkan Aktivitas Gunung Api Aktif Burni Telong?

Kompas.com - 03/07/2013, 07:09 WIB
Pegunungan Burni Telong Pegunungan Burni Telong
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BIREUEN, KOMPAS.com — Salah satu isu yang paling santer menyeruak dan meresahkan masyarakat di kawasan Lampahan dan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Nanggroe Aceh Darussalam, setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang bumi Serambi Mekah, Selasa (2/7/2013), adalah aktifnya Gunung Burni Telong. Mengapa?

Jawabannya adalah trauma tsunami pada 26 Desember 2004 dan sulitnya akses untuk menyelamatkan diri. Di kawasan ini, ada enam gunung api aktif. Ketika gempa diikuti tsunami pada 2004, ada perubahan mencolok pada gunung-gunung api tersebut.

Rian, warga Simpang Balek yang berdekatan dengan lokasi pemandian air panas di Bener Meriah, adalah salah satu warga yang mengaku resah dengan gempa dan isu aktivitas gunung berapi itu. "Bagaimana tidak resah, jika ingin melarikan diri jika sewaktu-waktu terjadi hal buruk, akses jalur transportasi tidak semudah di daerah lain," terang pedagang buah itu.

Diakuinya, letak geografis dua kabupaten "dingin" tersebut membuat akses yang ada menjadi tidak mudah ditempuh bila cuaca tidak bersahabat. "Salah satu jalur utama menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah Jalan Bireuen-Takengon," sebut Rian via telepon genggam, Selasa (2/7/2013).

Menurut Rian, kondisi badan jalan yang saat ini memang sudah lebih baik setelah ada pelebaran dan pengaspalan hotmix. Tetapi, ujar dia, keselamatan pelintas tetap tidak terjamin bila sewaktu-waktu ada bencana alam. Selain terjal, ada banyaknya jurang di kiri dan kanan badan jalan.

Hingga Selasa tengah malam, setidaknya telah terjadi tujuh kali gempa susulan di Aceh. Setelah gempa susulan berkekuatan 5,5 skala Richter pada pukul 20.55 WIB, satu gempa susulan kembali terjadi dengan kekuatan 5,3 skala Richter pada pukul 22.36 WIB, seperti dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh Syahnan mengatakan, gempa yang berpusat di Kabupaten Bener Meriah ini merupakan gempa tektonik akibat pergerakan Patahan Semangko. Patahan tersebut membentang sepanjang 1.900 kilometer di Pulau Sumatera. "Bukan karena aktivitas gunung berapi," tepis dia.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

    4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

    Regional
    Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

    Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

    Regional
    ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

    ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

    Regional
    Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

    Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

    Regional
    Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

    Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

    Regional
    Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

    Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

    Regional
    Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

    Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

    UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

    UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

    Regional
    Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

    Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

    UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

    Regional
    Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

    Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

    Regional
    Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

    Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

    Regional
    Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

    Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X