Bos Pasir Besi Tasikmalaya Jadi Tersangka Penambangan Ilegal - Kompas.com

Bos Pasir Besi Tasikmalaya Jadi Tersangka Penambangan Ilegal

Kompas.com - 30/06/2013, 20:18 WIB
Shutterstock Ilustrasi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, menetapkan seorang bos pasir besi asal Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi tersangka penambangan ilegal pasir besi di pesisir Pantai Selatan Tasikmalaya. Tersangka merupakan pemilik sekaligus Direktur Utama CV Guruh Samudra bernama Jaenal Jaklek.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya AKP Candra Sasongko menyatakan polisi telah menemukan sebanyak 13 dari 15 perusahaan tambang pasir yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) melakukan penambangan ilegal setelah melakukan pengkajian dan penyelidikan kasus penambangan pasir besi ilegal selama hampir lima bulan terakhir. Bahkan, selama ini telah terbit sembilan laporan polisi terkait penambangan ilegal pasir besi di Cipatujah.

“Dari sembilan laporan ini, kami baru menetapkan satu orang tersangka terkait ilegal mining pasir besi di Cipatujah. Tersangka ini merupakan direktur utama CV Guruh Samudra,” terang Candra kepada sejumlah wartawan di Mako Polres Tasikmalaya, Minggu (30/6/2013).

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi, mulai dari kepala desa, pemilik tanah, karyawan, dan beberapa pihak terkait. Menurut Candra, selama beberapa tahun terakhir tersangka diketahui telah menambang pasir besi tanpa izin resmi sesuai Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Bahkan, tersangka pun diketahui mulai aktif menambang sejak pertambangan pasir besi marak dilakukan di Cipatujah.

“Saat ini, kami masih memeriksa tersangka. Tersangka baru pertama diperiksa dan akan dilanjutkan hari Senin besok,” tambah Candra.

Belum ditahan

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini pelaku masih belum dilakukan penahanan, selama pelaku menunjukkan sikap kooperatif, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak berniat melarikan diri. Dalam kasus ini, pelaku dijerat Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

“Penahanan dapat dilakukan, jika pelaku tidak kooperatif,” kata Candra.

Pihak tersangka yang diwakili rekanannya, Firman Rolland, mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk mempertimbangkan kembali status yang telah ditetapkan kepada Jaenal Jaklek. Menurutnya, penetapan status tersangka tidak beralasan dan terkesan terburu-buru tanpa didahului pemeriksaan lebih jauh.

"Pak Jaklek selama ini melakukan penambangan pasir besi secara legal. Ia memiliki kerjasama yang dibuktikan dengan surat perjanjian kerjasama (SPK) dengan PT Multi Makmur Margos yang merupakan perusahaan ber-IUP sejak April 2010. Alasan ini pula yang menggiring saya bekerjasama dengan beliau sebagai rekanan," terangnya.

Sementara itu, tersangka enggan memberikan keterangan apapun kepada sejumlah wartawan yang telah menunggu selama hampir 3 jam proses pemeriksaan oleh polisi. Tersangka langsung keluar ruangan Satreskrim Tasikmalaya menuju kendaraannya, seusai mengikuti pemeriksaan polisi.


Seperti diketahui, selama ini penambangan pasir besi di pesisir Tasikmalaya Selatan, kerap menimbulkan permasalahan, mulai dari permasalahan lingkungan sebagai dampak penambangan, kerusakan infrastruktur wilayah, sampai adanya kasus kriminalitas yang terjadi beberapa bulan terakhir, yaitu penganiayaan pejabat daerah oleh bos pasir besi.

EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: George HW Bush Kritis, hingga Teknologi Siluman pada Pesawat Tempur China

Berita Populer: George HW Bush Kritis, hingga Teknologi Siluman pada Pesawat Tempur China

Internasional
Hakim Anggap Gamawan Fauzi dan Sejumlah Mantan Anggota DPR Turut Terima Uang E-KTP

Hakim Anggap Gamawan Fauzi dan Sejumlah Mantan Anggota DPR Turut Terima Uang E-KTP

Nasional
Setelah Setya Novanto, Siapa Aktor Besar yang Dapat Giliran Berikutnya?

Setelah Setya Novanto, Siapa Aktor Besar yang Dapat Giliran Berikutnya?

Nasional
Wilayah di Jakarta dan Sekitarnya yang Diprediksi Hujan Hari Ini

Wilayah di Jakarta dan Sekitarnya yang Diprediksi Hujan Hari Ini

Megapolitan
Rumahnya Dibakar Pasca-kerusuhan, Bupati Pegunungan Bintang Angkat Bicara

Rumahnya Dibakar Pasca-kerusuhan, Bupati Pegunungan Bintang Angkat Bicara

Regional
Jenazah Dosen Palestina yang Tewas di Malaysia Segera Dipulangkan

Jenazah Dosen Palestina yang Tewas di Malaysia Segera Dipulangkan

Internasional
Terpopuler: Setya Novanto Diganjar 15 Tahun Bui dan Pelajar SMP Menikah

Terpopuler: Setya Novanto Diganjar 15 Tahun Bui dan Pelajar SMP Menikah

Nasional
3 Hal Menarik dari Pertemuan Gubernur Anies dan Presiden Turki Erdogan

3 Hal Menarik dari Pertemuan Gubernur Anies dan Presiden Turki Erdogan

Megapolitan
Mengenal Engkus, Penyandang Disabilitas Asal Sukabumi yang Jadi Tutor Bahasa Inggris

Mengenal Engkus, Penyandang Disabilitas Asal Sukabumi yang Jadi Tutor Bahasa Inggris

Regional
Israel Kembali Batalkan Rencana Mendeportasi Ribuan Migran Afrika

Israel Kembali Batalkan Rencana Mendeportasi Ribuan Migran Afrika

Internasional
Kisah Arisan Mama Gaul, Teman Baik Pun Ditipu

Kisah Arisan Mama Gaul, Teman Baik Pun Ditipu

Regional
Israel Ancam Bakal Serang Sistem Pertahanan Milik Suriah

Israel Ancam Bakal Serang Sistem Pertahanan Milik Suriah

Internasional
Kerahkan Ratusan Polisi di Pulau Bocaray, Duterte Dianggap Berlebihan

Kerahkan Ratusan Polisi di Pulau Bocaray, Duterte Dianggap Berlebihan

Internasional
PKB Nilai Belum Ada Figur Capres yang Tepat Diusung Poros Ketiga

PKB Nilai Belum Ada Figur Capres yang Tepat Diusung Poros Ketiga

Nasional
Kalla Jamin Indonesia Tampung 76 Orang Rohingya yang Terdampar di Aceh

Kalla Jamin Indonesia Tampung 76 Orang Rohingya yang Terdampar di Aceh

Nasional

Close Ads X