Prihatin Banteng Jawa, Musisi Akan Keliling Keraton Yogyakarta

Kompas.com - 30/06/2013, 18:38 WIB
Inilah jenis sapi Bali dan banteng Jawa yang menjadi program Inseminasi Buatan (IB) di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen Pasuruan, Selasa (28/6/2011) KOMPAS.com/M AnasInilah jenis sapi Bali dan banteng Jawa yang menjadi program Inseminasi Buatan (IB) di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen Pasuruan, Selasa (28/6/2011)
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com — Terus menurunnya populasi banteng jawa (Bos javanicus) di Indonesia membuat dua musisi Tanah Air, gitaris satu jari Doddy "Mr D" Hernanto dan penyanyi Sarah Fitria Andini akan berkeliling keraton Yogyakarta untuk melakukan kampanye penyelamatan satwa liar tersebut.

"Banteng Jawa merupakan satu dari lima spesies banteng di dunia di mana satu dari lima spesies banteng itu, Bos primigenius (Auroch), telah dinyatakan punah. Jadi, jika tidak segera diselamatkan, nasib banteng jawa juga akan punah," kata Doddy usai pemilahan lagu di studio Rick Hanes, Surabaya, Minggu (30/6/2013).

Doddy yang juga Duta Banteng Jawa Forum Konservasi Satwa Liar (Foksi) ini menambahkan, kampanye itu akan dilakukan pada 4 Juli 2013 mendatang. Pemilihan kawasan keraton Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan kampanye penyelamatan banteng jawa, menurutnya, karena keraton dianggap sebagai simbol masyarakat Jawa.

"Tujuan saya bukanlah melakukan unjuk rasa, tetapi memakai simbol-simbol kebudayaan untuk menyelamatkan satwa liar. Melalui simbol itu, diharapkan muncul kesadaran kolektif masyarakat," katanya.

Kampanye yang didukung oleh Taman Safari Indonesia (TSI) serta Wildlife Rescue Center (WRC) Yogyakarta itu, menurut Dody, mempunyai arti penting karena populasi banteng di seluruh dunia diperkirakan tidak lebih dari 8.000 ekor, bahkan bisa kurang dari 5.000 ekor.

Sementara itu, banteng jawa sendiri sejak tahun 1996 dinyatakan dalam status terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Saat ini, kata musisi yang juga mantan keyboardis beberapa album grup musik rock Boomerang ini, populasi banteng jawa di Taman Nasional Baluran Situbondo sendiri tersisa 26 ekor. Padahal, pada 2012, populasi banteng liar di Hutan Baluran ini lebih dari 200 ekor. Demikian pula di Taman Nasional Meru Betiri, Alas Purwo, dan Ujung Kulon.

Penurunan populasi itu, menurutnya, terjadi karena berkurangnya habitat, baik akibat pembukaan lahan oleh masyarakat sekitar hutan maupun persaingan dengan pemangsa ajag (Cuon alpinus) maupun karena perburuan.

"Untuk menekan terus menurunnya populasi banteng, Menteri Kehutanan yang didukung oleh Taman Safari Indonesia telah membuat program mengembangbiakkan secara semi-alami di Taman Nasional Baluran. Nah, tugas saya ialah mengajak masyarakat untuk ikut memerangi perburuan banteng jawa dan mendukung program itu," katanya.

Sarah Fitria Andini, penyanyi bergenre pop kreatif, ini mengatakan, rangkaian kampanye yang dimulai sejak 2 Juli juga dilakukan di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan Wirogunanart Gallery bersama seniman rupa di Yogyakarta serta menggelar diskusi bersama jurnalis dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Kami ingin mengajak generasi muda, pecinta di Indonesia, untuk ikut menjaga satwa liar dari kepunahan. Saya juga ingin mengajak jurnalis, sebagai penyampai pesan di masyarakat, untuk ikut membantu menyuarakan suara satwa liar yang juga suara minoritas," kata biduan pembawa lagu "Kamu yang Dulu" dan "Oh Baby" ciptaan Dewiq dan Pay ini.

Manager Program Foksi, Indra Harsaputra, mengatakan, Yogyakarta dipilih menjadi sasaran kampanye karena selain Bali, Yogyakarta merupakan daerah wisata yang sudah dikenal oleh wisatawan Eropa. Selain mengenalkan potensi wisata alam di seluruh nusantara, menurutnya, ini juga menunjukkan komitmen masyarakat di Indonesia dalam upaya pelestarian satwa liar.

"Konservasi satwa, musik kreatif, dan inovatif juga merupakan elemen pendukung di dunia pariwisata di Tanah Air karena Indonesia kaya akan potensi alam," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X