Kompas.com - 30/06/2013, 14:39 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Khawatir menjadi tempat peredaran narkoba dan prostitusi, pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur melarang pembukaan tempat karaoke baru di daerah itu.

"Karaoke cukup di Jember, Malang, Bali dan Surabaya. Banyuwangi tidak usah," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menghadiri diklat 1.000 petani perempuan di Kecamatan Cluring Banyuwangi, Minggu (30/6/2013).

Selama ini, tempat karaoke di Banyuwangi seringkali diidentikkan dengan hiburan malam dan disalahgunakan sebagai tempat peredaran narkoba, minuman keras bahkan prostitusi.

Peredaran narkoba pun sudah marak di Banyuwangi. Terakhir Polres Banyuwangi menangkap anggota DPRD Banyuwangi karena kedapatan memakai sabu-sabu.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Banyuwangi pun sudah mencapai 1.470 orang.

Sebelumnya, pemkab juga memulangkan para pekerja seks komersil (PSK) dari luar kota dan memberi modal PSK asli Banyuwangi untuk beralih profesi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.