Tak Punya KTP, Dua Gadis Lumpuh di Bone Tak Peroleh BLSM

Kompas.com - 29/06/2013, 11:21 WIB
Dua bersaudara yang menderita lumpuh di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan harus hidup berdua setelah ibunya meninggal dunia 10 tahun lalu dan ayah mereka pergi setelah menikah lagi.. KOMPAS.COM/ ABDUL HAQDua bersaudara yang menderita lumpuh di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan harus hidup berdua setelah ibunya meninggal dunia 10 tahun lalu dan ayah mereka pergi setelah menikah lagi..
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BONE, KOMPAS.com — Dua gadis bersaudara yang lumpuh sejak kecil di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tak dapat memperoleh bantuan langsung sementara masyarakat ( BLSM), Sabtu (29/6/2013).

Suryani (20) dan Suryanti (17) terserang lumpuh layu sejak masih kecil. Ibunya telah meninggal dunia, sementara ayahnya menikah lagi dan meninggalkan mereka berdua. Untuk bertahan hidup, selama ini kedua bersaudara itu hanya mengandalkan belas kasihan dari para tetangganya. Adik mereka, Indah (9), memiliki kondisi fisik normal dan dirawat neneknya yang tinggal jauh dari rumah yang ditempati Suryani dan Suryanti.

Bukan pertama kali ini kedua kakak-beradik itu tak menerima BLSM dari pemerintah. Pada saat pelaksanaan bantuan langsung tunai (BLT) beberapa tahun lalu, mereka juga tak memperoleh bantuan. Hal itu karena warga Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tersebut tak memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Selama ini tidak ada yang mengurus kartu identitas untuk kedua gadis malang tersebut.

"Tidak dapat lagi ini BLSM karena yang waktu BLT saja dulu tidak dapat. Alasannya pemerintah karena tidak ada KTP-nya," kata Irma, salah seorang tetangga korban.

Pada Februari 2013, Dinas Sosial Kabupaten Bone memberikan bantuan berupa pakaian, tikar, sarung, makanan instan, serta minuman berenergi kepada kedua gadis tersebut. Kepala Bagian Bantuan Sosial dan Bencana Alam Dinsos Kabupaten Bone Amrullah waktu itu mengatakan baru mengetahui keberadaan kedua gadis malang itu setelah mendapat laporan dari salah satu organisasi kepemudaan.

Selama ini Suryanti dan Suryani menempati rumah panggung yang sudah nyaris roboh peninggalan kedua orangtuanya. Warga setempat sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk meringankan beban hidup keduanya.

Penerima dana BLSM di Kabupaten Bone sendiri banyak menuai masalah lantaran penyaluran dana ini berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

    Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

    Regional
    Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

    Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

    Regional
    Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

    Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

    Regional
    1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

    1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

    Regional
    Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

    Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

    Regional
    'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

    "Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

    Regional
    Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

    Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

    Regional
    Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

    Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

    Regional
    Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

    Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

    [POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

    Regional
    Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

    Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

    Regional
    PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

    PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

    Regional
    Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

    Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

    Regional
    3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

    3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

    Regional
    Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

    Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X