Jelas Miskin, Ngasuan Tetap Tak Dapat BLSM

Kompas.com - 28/06/2013, 18:58 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDAL, KOMPAS.com — Ngasuan (65), warga Desa Bangunrejo, Patebon, Kendal, Jawa Tengah, jelas terlihat masuk dalam kategori warga miskin. Pasalnya, selain hidup sendiri, duda beranak lima ini tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Rumahnya pun berlantai tanah dan bertembok anyaman bambu. Kendati demikian, Ngasuan tak termasuk salah satu warga penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Ngasuan berharap bisa mendapat bantuan uang dari pemerintah yang besarnya Rp 150 ribu per bulan itu. Apalagi, ternyata ada warga lain yang secara ekonomi lebih baik dari Ngasuan, tapi menerima BLSM.

"Saya tidak dapat BLSM, entah kenapa. Padahal, kerjaan saya hanya seorang buruh tani,” kata Ngasuan, Jumat (28/6/2013).

Menanggapi kasus ini, Kepala Desa Bangunrejo Nursalim mengatakan, tidak hanya Ngasuan yang mengalami hal itu. Beberapa warga lain yang tergolong tidak mampu juga tidak mendapat BLSM.

Terkait kondisi itu, Nursalim mengembalikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang digunakan untuk mengambil uang BLSM ke kantor Pos. Seperti yang telah diberitakan, pengembalian dilakukan demi menghindari kericuhan warga sebab BLSM yang dibagikan ke desanya tidak tepat sasaran.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

    BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

    Regional
    Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

    Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

    Regional
    Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

    Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

    Regional
    Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

    Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

    Regional
    Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

    Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

    Regional
    Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

    Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

    Regional
    Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

    Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

    Regional
    Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

    Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

    Regional
    Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

    Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

    Regional
    Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

    Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

    Regional
    Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

    Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

    Regional
    Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

    Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

    Regional
    Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

    Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

    Regional
    Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

    Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

    Regional
    3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

    3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X