Kompas.com - 28/06/2013, 18:16 WIB
Seorang penerima dana BLSM di Manado menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial dan dana yang diterimanya. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSeorang penerima dana BLSM di Manado menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial dan dana yang diterimanya.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MANADO, KOMPAS.com — Non Pakasi (71), warga Kelurahan Pakowa, Manado, terlihat mondar-mandir di antara warga yang antre menerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di kantor lurah, Jumat (28/6/2013) pukul 02.00 Wita.

Wanita tua yang terlihat keletihan ini mencoba bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya. "Oma sudah datang dari jam 8 tadi pagi, tapi oma tidak dapat kartu itu," keluhnya kepada sejumlah wartawan.

Seorang wartawan stasiun televisi nasional yang merasa iba melihat Oma Non yang kakinya pincang tersebut mencoba membawa Oma Non menemui lurah.

Penjelasan lurah membuat Non Pakasi harus pulang dengan kecewa. Menurut Lurah Pakowa Stanly Tombokan, Non Pakasi tidak termasuk dalam 183 warganya yang masuk dalam daftar penerima BLSM.

"Kami juga hanya menerima data ini langsung dari Kantor Pos, jadi ya kami hanya bisa menyalurkan dana tersebut kepada nama yang ada dalam daftar itu," ujar Stanly.

Selain di Kelurahan Pakowa, penyaluran dana BLSM siang itu juga dilakukan di Kelurahan Bumi Nyiur. Petugas dari Kantor Pos langsung membayarkan pemegang KPS dana BLSM sebesar Rp 300.000 untuk dua bulan.

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui di Kantor Pos Manado merasa kecewa karena mereka yang datang membawa KPS ditolak oleh Kantor Pos ketika hendak mencairkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kepala lingkungan menyuruh kami mencairkan di kantor pos, tapi petugas di sini bilang pencairan di masing-masing kelurahan," keluh Altje Kaeng (46), warga Wanea yang memperoleh KPS, Kamis kemarin.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Kantor Pos Manado Purgiyanto mengaku memakai pola komunitas dalam menyalurkan dana BLSM. "Sengaja kami sebar di setiap komunitas agar tidak terjadi penumpukan warga," ujar Purgiyanto.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

    Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

    Regional
    Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

    Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

    Regional
    Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

    Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

    Regional
    Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

    Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

    Regional
    Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

    Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

    Regional
    Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

    Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

    Regional
    Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

    Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

    Regional
    Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

    Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

    Regional
    Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

    Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

    Regional
    Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

    Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

    Regional
    Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

    Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

    Regional
    Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

    Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

    Regional
    Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

    Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

    Regional
    Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

    Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

    Regional
    Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

    Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.