Kompas.com - 28/06/2013, 10:39 WIB
|
EditorKistyarini
MAKASSAR, KOMPAS.com — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan, Rachmat Latif, membantah tudingan bahwa bayi penderita muntaber, Revan Adiyaksa Andi Amir, ditolak empat rumah sakit di Kota Makassar gara-gara menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Saya sudah telepon semua direktur rumah sakit, yakni RSUD Daya, RSUP Wahidin Sudiro Husodo, RS Ibnu Sina, dan RS Awal Bross. Jadi, dari keterangan direktur semua, tidak ada penolakan pasien hingga mengakibatkan meninggal dunia. Memang, saat itu, bayi Revan datang dalam kondisi kritis dan secara kebetulan ruangan penuh serta peralatan yang digunakan semua terpakai," Rachmat menegaskan kepada Kompas.com,  Jumat (28/6/2013).

Rachmat menjelaskan, awalnya Revan dibawa ke RSUD Daya dan sempat mendapatkan perawatan tim medis. Tetapi, Revan mengalami dehidrasi berat dan gangguan lainnya karena penyakit muntabernya, maka dirujuk ke RSUP Wahidin Sudiro Husodo.

"Buktinya, Revan sempat dirawat di tim medis dan diantar pakai ambulans dengan pengawalan perawat. Dari keterangan Dirut RSUP Wahidin, Prof Kadir, pasien terpaksa dirujuk ke RS lain karena peralatan dan ruangannya terpakai semua. Revan harus dirawat di ruang Picu untuk anak-anak, kalau orang dewasa, dikatakan ICCU. Perawatan di ruangan khusus dan tidak bergabung dengan pasien lain agar tidak tertular penyakit lainnya," ujarnya.

Revan Adiyaksa Andi Amir meninggal dunia, Rabu (26/06/2013) sore, akibat penderita penyakit muntaber. Orangtua Revan, Andi Amir dan Nirmawati, mengatakan, anak keempatnya itu meninggal setelah ditolak empat rumah sakit, yakni RSUD Daya, RSUP Wahidin Sudiro Husodo, RS Ibnu Sina, dan RS Awal Bross.

Menurut Andi Amir, Revan ditolak karena menggunakan fasilitas Jamkesda. Sementara RS beralasan ruang perawatan sedang penuh dan kondisi Revan sudah kritis.

Terakhir, Revan dilarikan ke RS Akademis. Di RS ini, Andi Amir mendaftar sebagai pasien umum dan bayi itu mendapatkan perawatan. Meskipun demikian, kondisi Revan makin buruk hingga akhirnya meninggal dunia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jenazah Revan pun berhasil dipulangkan ke rumah duka Jalan Hadji Kalla setelah ayahnya Andi Amir menjaminkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada pihak rumah sakit. Jenazah Revan dikebumikan di pekuburan Islam Panaikang, Kamis (27/6/2013), sekitar pukul 09.00 Wita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X