Kompas.com - 27/06/2013, 19:42 WIB
|
EditorWisnubrata

BORONG, KOMPAS.com - Populasi Komodo Pota dari tahun ke tahun terus menurun akibat perburuan oleh warga setempat. Warga di sekitar Danau Watu Payung, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memburu Komodo Pota karena hewan itu diduga memangsa binatang peliharaan seperti ayam, sapi, kambing dan lainnya.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, Damasus Ndama, Komodo Pota sudah lama hidup di wilayah tersebut meski keberadaanya secara resmi baru diungkap tahun 2011.

"Masyarakat setempat menyebutnya Mbou," kata Ndama kepada Kompas.com, Kamis (27/6/2013).

Kepada warga dijelaskan bahwa ”Mbou” adalah binatang langka, serupa dengan komodo di Pulau Komodo, Rinca dan Waewull. Masyarakat pun diminta tidak lagi memburu reptil tersebut.

Walau begitu, beberapa warga diketahui masih memburunya. Pada 2011, saat mengunjungi wilayah Pota, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur menemukan seekor komodo yang terluka akibat diburu masyarakat. Lalu, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat untuk merawatnya sampai lukanya sembuh.

"Masyarakat setempat merawat dan mengobati komodo yang terluka dengan menggunakan kunyit. Setelah beberapa saat komodo itu sembuh, lalu mereka melepas lagi ke alam bebas,” jelas Ndama.

Ketua Forum Demokrasi Lingkungan Hidup dan Kebudayaan Flores, Rofina Kant saat dimintai tanggapannya, Kamis (27/6/2013) menjelaskan, memang ada persaingan yang ketat antara manusia dan komodo di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Menurut Rofina, jalan keluar terbaik adalah menyediakan lokasi perlindungan dimana wisatawan bisa melihat dan memberi makan reptil-reptil tersebut. "Dengan begitu komodo dan masyarakat setempat saling menunjang untuk kelangsungan hidup," ujarnya.

Keberadaan komodo di wilayah Pota sempat diragukan. Beberapa orang mengatakan bahwa "Mbou" bukanlah komodo, melainkan sejenis biawak besar. Namun menurut Rofina, dirinya pernah mendampingi seorang peneliti Amerika Serikat untuk mengambil DNA Komodo Pota. Hasilnya, DNA Komodo Pota sama dengan DNA komodo di Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Kawasan Waewull maupun di Riung.

"Ciri-ciri komodo Pota hampir sama dengan di Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Waewull dimana anak komodo panjat pohon untuk melindungi diri dari ancaman pemangsa dan komodo dewasa,” kata Ndama.

Hal yang menyulitkan upaya pelestarian komodo ini adalah belum adanya wilayah konservasi di sekitar Danau Watu Payung tempat komodo-komodo itu hidup. "Saya berharap semua pihak secepatnya mengambil langkah untuk menyelamatkan Komodo Pota dari kepunahan,” kata Rofina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polda Riau dan Polresta Pekanbaru Raih Peringkat Terbaik Kompolnas Award 2022, Gubri Ungkap Harapannya

    Polda Riau dan Polresta Pekanbaru Raih Peringkat Terbaik Kompolnas Award 2022, Gubri Ungkap Harapannya

    Regional
    Gubernur Syamsuar Harapkan UU HKPD Bawa Kesejahteraan bagi Daerah

    Gubernur Syamsuar Harapkan UU HKPD Bawa Kesejahteraan bagi Daerah

    Regional
    Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

    Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

    Regional
    Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

    Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

    Regional
    Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

    Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

    Regional
    Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

    Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

    Regional
    Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

    Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

    Regional
    DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

    DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

    Regional
    Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

    Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

    Regional
    Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

    Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

    Regional
    Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

    Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

    Regional
    Telur Busuk

    Telur Busuk

    Regional
    Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

    Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

    Regional
    Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

    Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

    Regional
    Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

    Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.