Kompas.com - 27/06/2013, 17:14 WIB
Pasangan calon gubernur Sulsel incumbent nomor urut 2, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) menggelar konfrensi pers di rumah jabatan Gubernur Sulsel setelah mengetahui hasil perhitungan cepat atau Quick Qount dimenangkannya. KOMPAS.com/Hendra Cipto Pasangan calon gubernur Sulsel incumbent nomor urut 2, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) menggelar konfrensi pers di rumah jabatan Gubernur Sulsel setelah mengetahui hasil perhitungan cepat atau Quick Qount dimenangkannya.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengaku belum mengetahui kasus meninggalnya Revan Adiyaksa Andi Amir (1,3) karena berpindah-pindah ke empat rumah sakit di Kota Makassar.

"Saya belum tahu ada masalah itu. Yang jelas, tidak boleh rumah sakit menolak pasien, apa pun alasannya. Itu sudah peraturan standar dunia, pihak rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Saya cek dulu ya, apalagi empat rumah sakit yang menolak," tegas Syahrul kepada wartawan di Hotel Singgasana seusai Rakor PMPM Mandiri Pedesaan, Kamis (27/6/2013).

Syahrul menyatakan tidak masuk akal seorang pasien muntaber sampai berpindah-pindah ke empat rumah sakit. Apalagi, pihak rumah sakit menanyakan terlebih dahulu tentang biayanya.

"Kasih datanya, nanti saya cek. Saya marah sekali jika benar kejadian itu," kata Syahrul kepada wartawan.

Revan Adiyaksa Andi Amir meninggal dunia pada Rabu (26/6/2013) sore akibat menderita penyakit muntaber. Orangtua Revan, Andi Amir, mengaku, putra keempatnya itu meninggal akibat ditolak dirawat di empat rumah sakit, yakni RSUD Daya, RSUP Wahidin Sudiro Husodo, RS Ibnu Sina, dan RS Awal Bross.

Menurut Andi, penolakan empat rumah sakit itu karena Revan menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Sementara alasan rumah sakit adalah karena ruang perawatan penuh dan penyakit muntaber Revan sudah sudah masuk tahap kritis.

Revan terakhir dilarikan ke RS Akademis dan mendapat perawatan tim medis dengan pendaftaran sebagai pasien umum. Meski telah mendapat perawatan tim medis, kondisi Revan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Jenazah Revan pun bisa dipulangkan ke rumah duka di Jalan Hadji Kalla, setelah Andi Amir yang berprofesi sebagai pengemudi becak motor (bentor) menjaminkan kartu tanda penduduk (KTP) kepada pihak rumah sakit. Jenazah Revan dikebumikan di Pekuburan Islam Panaikang, Kamis (27/6/2013) sekitar pukul 09.00 Wita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X