Ahli Waris Keraton Surakarta Persoalkan Penggabungan ke Jawa Tengah

Kompas.com - 27/06/2013, 08:36 WIB
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli waris Keraton Surakarta, Gray Koes Isbandiyah, yang merupakan keturunan Susuhunan Paku Buwono XII, menggugat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Djawa Tengah ke Mahkamah Konstitusi. Ia mempersoalkan penghapusan status Surakarta sebagai daerah istimewa dan penggabungannya ke wilayah Jawa Tengah.

MK diminta menghapus frasa ”dan Surakarta” dalam pasal yang termuat di dalam Bagian Memutuskan Angka I dan Pasal 1 Ayat (1) UU 10/1950. Hal itu terungkap dalam sidang uji materi yang dipimpin Hakim Konstitusi Arief Hidayat, Rabu (26/6/2013). Selain Gray Koes Isbandiyah, permohonan juga diajukan KP Eddy S Wirabhumi yang merupakan Ketua Umum Paguyuban Kawula Keraton Surakarta.

Dalam permohonannya, Koes Isbandiyah mempersoalkan ketidakjelasan status hukum Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang mengakibatkan pemohon kehilangan hak sebagai salah satu ahli waris untuk mengelola tanah-tanah Keraton Surakarta. Ini dianggap berdampak pada kewibawaan dan status sosial keluarga dan keturunan Keraton Surakarta.

Eddy Wirabhumi merasa dirugikan karena tidak ada peraturan perundang-undangan yang mengatur secara khusus pelestarian dan pengembangan budaya Jawa dari Keraton Surakarta. Padahal, pelestarian dan pengembangan budaya Jawa dari Keraton Surakarta jadi tujuan Paguyuban yang dipimpinnya.

Menurut pemohon, DIS merupakan salah satu daerah kerajaan yang memiliki pemerintahan sendiri. Ini terbukti dengan pengecualian keberlakuan UU No 1/1945 tentang Peraturan Mengenai Kedudukan Komite Nasional Daerah dan pengakuan DIS melalui UU No 22/1948 tentang Pemerintah Daerah.

Namun, UU No 10/1950 telah menyatakan penghapusan dan penggabungan status Surakarta sebagai DIS Provinsi Jateng. Bagian Memutuskan Angka I UU tersebut menyebutkan, ”Menghapuskan Pemerintahan Daerah Karesidenan Semarang, Pati, Pekalongan, Banjumas, Kedu, dan Surakarta, serta membubarkan Dewan Perwakilan Rakjat Daerah Karesidenan-Karesidenan tersebut.

Selanjutnya Pasal 1 Ayat (1) UU 10/1950 menyebutkan, ”Daerah jang meliputi Daerah Karesidenan Semarang, Pati, Pekalongan, Banjumas, Kedu, dan Surakarta ditetapkan menjadi Propinsi Djawa Tengah.”

Pasal-pasal tersebut dinilai bertentangan dengan UUD 1945, khususnya Pasal 18 B Ayat (1). Selain itu, pemohon menilai UU tersebut juga tidak berlaku kembali karena cacat hukum karena dibentuk berdasarkan konstitusi RIS. (ANA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.