Kompas.com - 26/06/2013, 21:34 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MANOKWARI, KOMPAS.com- Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, harga bensin eceran pun ikut naik. Tak tanggung-tanggung, harga bensin eceran sebelumnya dijual seharga Rp 10.000 per botol besar air mineral, kini naik menjadi Rp 15.000.

Namun, kondisi itu tak menyurutkan jumlah pedagang eceran liar di Kota Manokwari. Bahkan, banyak di antara mereka yang tak mengantongi izin untuk berdagang bensin eceran. Padahal, pihak Pertamina Cabang Manokwari berpegang pada aturan, hanya yang memiliki izin resmi yang boleh menjual BBM eceran.

Kepala Pengawas Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran Minyak, Terminal BBM Pertamina Manokwari, Petrus Pulo, Rabu (26/6/2013) mengatakan, aparat pemerintah daerah harus segera menertibkan pedagang bensin eceran.

Kondisi ini dikawatirkan bisa menyulut meluasnya praktik penimbunan BBM. "Untuk dapat menjual BBM eceran, pedagang harus mengantongi surat resmi sebagai penjual bensin eceran dari Dinas Perindustrian," ujarnya.

Sementara, salah satu pedagang bensin eceran di kawasan Fanindi, Nohu (40 tahun), mengaku sama sekali tidak tahu jika untuk menjual bensin eceran harus mengantongi izin. "Saya punya izin tapi ini izin kios. Saya kira itu sama. Jika memang harus ada izin lagi untuk jual bensin eceran, lebih bagus. Berarti kan yang belum punya izin, tidak boleh menjual," kata Nohu, kepada Kompas.com.

Sementara itu, Ibu Sele (50 tahun), salah satu penjual bensin eceran lainnya, mengatakan, harga bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sekarang naik menjadi Rp. 6.500 per liter. Untuk itu, dia pun menaikan harga dagangannya menjadi lebih beragam.

Menurutnya, harga bensin eceran yang dikemas dalam botol air mineral ukuran besar, dijual seharga Rp 15.000 per botol penuh. Hampir penuh Rp 10.000, sementara yang harga Rp. 5.000 hanya berisi seperempat botol saja.

Dalam praktiknya, harga bensin eceran kini memang lebih beragam, ada pedagang yang menjual seharga Rp 14.000, namun ada juga yang menjual seharga Rp 15.000. Harga beragam itu tergantung isi atau takaran dari bensin itu sendiri. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.