Di Bali Mangrove Ditanam Ronaldo, di Polman Bakau Dibabat Habis

Kompas.com - 26/06/2013, 15:44 WIB
Ribuan hektar hutan mangrove di Polewali Mandar, Sulawesi Barat dibabat untuk dijadikan areal tambak demi pemberdayaan masyarakat pesisir . KOMPAS.com/ JunaediRibuan hektar hutan mangrove di Polewali Mandar, Sulawesi Barat dibabat untuk dijadikan areal tambak demi pemberdayaan masyarakat pesisir .
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Di saat Pesiden SBY dan Cirstiano Ronaldo menanam mangrove di Bali dan mengajak masyarakat melestarikan hutan bakau, pemandangan kontras terlihat di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ribuan hektar hutan mangrove di daerah itu malah dibabat habis Pemerintah Daerah Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sejumlah ekskavator milik Dinas Perikanan dan Kelautan dikerahkan untuk mengalihfungsikan hutan bakau di Dusun Galeso, Kecamatan Wonomulyo. Rencanannya, lahan itu akan dijadikan area tambak untuk pemberdayaan masyarakat pesisir.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, dari lebih 1.000 hektar hutan mangrove yang dilindungi UU Nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria, kini yang tersisa kurang dari 10 persen. Itu pun kini tengah digusur pemerintah daerah menggunakan buldoser untuk dijadikan tambak.

Kepala Bidang Perencanaan Dinas Perikanan dan Kelautan Polewali Mandar Budiman menyebutkan, alih fungsi hutan mangrove sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Polewali Mandar yang akan disahkan. Aturan itu, menurut Budiman, untuk menganulir undang-undang dan keputusan menteri soal penetapan kawasan suaka margasatwa yang dilindungi.

Budiman menilai, penetapan ribuan hektar hutan mangrove di Polewali Mandar oleh pemerintah pusat dilakukan secara sepihak dan tidak mempertimbangkan kepentingan sosial masyarakat di sekitarnya.

Menurut Budiman, sebelum ditetapkan sebagai kawasan lindung, hutan mangrove tersebut sudah lama dikelola rakyat.

“Peraturan menteri itu tidak aspiratif dan ditolak warga, keputusan tersebut sepihak,” tandasnya, Rabu (26/6/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Polewali Mandar Muhiddin Muhtar menilai, alasan Dinas Perikanan mengobrak-abrik hutan mangrove demi pemberdayaan masyarakat pesisir tidak bisa dibenarkan.

Menurutnya, kepentingan rakyat hanya dijadikan sebagai alat pembenaran pembabatan hutan bakau.

“Jangan merusak hutan dan menjual nama rakyat, pemerintah seharusnya memelopori kesadaran melestarikan lingkungan demi keselamatan bumi dan manusia yang lebih luas,” tegas Muhiddin.

Muhiddin menilai, apa pun alasannya, perusakan hutan lindung adalah sebuah kejahatan dan pelanggaran hukum.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X